Di Tingginambut, Dua Anggota TNI Tewas

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda dan Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ary Purwanto

*Bupati Puncak Jaya Kutuk Peristiwa Tersebutk

JAYAPURA- Dua Anggota TNI Satgas Pamrahwan Letda Inf Amran Blegur dan Pratu Fredi, tewas dibunuh orang tak dikenal, diduga Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) TPNPB/OPM di Tingginambut, Puncak Jaya, Minggu (19/8). Peristiwa ini terjadi saat keduanya, dihadang Kelompok tersebut ketika akan membawa bahan makanan ke Tingginambut.

   Kejadian ini berawal sekitar pukul 13.30 WIT siang, di mana Letda Inf Amran Blegur didampingi Pratu Fredy membawa bahan makanan, bergerak menuju kampung Tingginambut yang diperkirakan berjarak 1 kilometer dari Pos.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan kedua prajurit ini pergi membawa bahan makanan dan aki motor untuk diberikan kepada orang yang menghubungi mereka, namun dalam press release yang disampaikan pihak Kodam XVII/Cenderawasih, disebutkan  keduanya pergi ke Tingginambut membawa makanan yang hendak diberikan sebagai sumbangan kepada anak-anak usia sekolah yang berada di Kampung Tingginambut. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur para prajurit dalam memperingati HUT RI ke 73. Selain itu pemberian bahan makanan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak usia sekolah di Kampung Tingginambut agar semakin giat dalam menuntut ilmu.

  Namun, sekitar pukul 14.00 WIT, berdasarkan informasi masyarakat yang masuk ke Koramil Tingginambut, terjadi penghadangan terhadap anggota TNI di Jembatan Tingginambut. Anggota Koramil dan Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut yang menerima informasi ini tidak menunggu lama untuk langsung bergerak menuju TKP di Jembatan Tingginambut.

  Sekiranya pukul 14.30 WIT, anggota Pos Tingginambut yang tiba di TKP menemukan 2 jenazah di luar rumah kayu jembatan Tingginambut dengan luka tembak dan panah di beberapa bagian tubuh.

  Pada pukul 15.00 WIT, jajaran Satgas Pamrahwan  melakukan evakuasi menuju TKP di Tingginambut dengan menggunakan 2 mobil ambulans. Tim tiba di TKP pada pukul 15.45 WIT, di mana langsung dengan segera melakukan evakuasi. Pada sekira pukul 17.45 WIT petang, kedua jenazah korban tiba di RSUD Mulia.

  Demikian, atas peristiwa yag terjadi ini, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E. Supit, telah memerintahkan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap pos dan melakukan tindakan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata TPNPB/OPM yang berbasis di hutan pedalaman Papua.

“Secara umum situasi wilayah Papua tetap kondusif, insiden tadi terjadi di wilayah yang cukup jauh dari pusat kegiatan masyarakat. Tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat Papua. Sangat disayangkan kelompok itu melakukan aksi di hari Minggu, hari yang kudus bagi masyarakat Papua yang sebagian besarnya umat Kristiani. Selain itu, mereka ini tidak menghargai saudara-saudaranya sendiri. Jelas kelompok itu bukan representasi orang Papua,” ucap Mayjen TNI George E.Supit.

  Di sisi lain, mewaliki Pemkab dan masyarakat Puncak Jaya, Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, menyampaikan turut berbelasungkawa atas  gugurnya dua anggota TNI yang merupakan putra-putra terbaik bagsa.

Menurutnya, kasus penembakan ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi dan dilakukan oleh KKSB yang selama ini melancarkan teror penembakan di wilayah Puncak Jaya.

“Kami sangat sesalkan peristiwa ini, sebab masih saja ada oknum yang berpikiran dan melakukan tindakan seperti itu. Ini di luar dugaan dan kami mengutuk keras kejadian ini,” tegasnya Bupati Yuni Wonda.

  Sejak kepemimpinannya pada Desember 2017 lalu, Bupati Yuni Wonda telah intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan jajaran Forkompinda setempat, baik dengan Kapolres, Dandim, serta pula pimpinan DPRD dalam upaya mengantisipasi pergerakan KKSB.

“Atas kejadian ini, kami berharap seluruh masyarakat tetap tenang. Sebab, yang terjadi ini merupakan ulah dari pada oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin membuat daerah Puncak Jaya tidak aman dan kondusif,” sebutnya.

“Berdasarkan informasi yang baru saya terima, situasi keamanan di Puncak Jaya aman. Masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasanya, sementara aparat keamanan terus melakukan penjagaan di setiap titik, terutama di wilayah Ibu Kota Mulia,” katanya.

  Di kesempatan serupa, mendampingi Bupati Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ary Purwanto, membeberkan bahwa ini merupakan tantangan baginya selaku Kapolres baru di Puncak Jaya. Untuk itu, kedepannya, ia harapkan sinergitas TNI-Polri, serta didukung pula oleh unsure Pemkab setempat.

“Diharapkan masyarakat tetap tenang dan mempercayakan pengamanan dan stabilitas daerah terhadap Polres Puncak Jaya dan jajaran TNI. Kami unsur Forkompinda akan berupaya semaksimal mungkin agar kejadian ini tidak terulang lagi kedepannya,” tegasnya. Berkaitan dengan peristiwa ini, pihaknya dibantu TNI masih melakukan investigasi penyelidikan lebih lanjut. (gra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *