Penyebab Kematian Agustina Logo Bukan Vaksin Campak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giay bersama staf saat mengunjungi rumah duka Agustina Logo di Distrik Kurulu Kabupaten Jayawijaya yang meninggal dunia setelah mendapat imunisasi Campak dan Rubella.

WAMENA-Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengklaim jika kematian murid SD Umpagalo bernama Agustina Logo (9), bukan disebabkan vaksin Campak dan Rubela yang diberikan oleh petugas saat melakukan imunisasi di sekolah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giay mengatakan, vaksin Campak dan Rubella yang disuntikkan ke Agustina Logo, bukan penyebab kematian anak tersebut, sebab tujuh anak lainnya yang disuntik dengan cairan yang sama, kini mereka dalam keadaan sehat.

“Banyak hal yang bisa mempengaruhi baik keadaan fisik, misalnya imunitas tubuh anak. Semuanya telah dilalui dengan menanyakan masalah tersebut sebelum melakukan suntikan,”ungkapnya Kamis (16 /8) kemarin.

Berdasarkan hasil pertemuan dengan Dinas Kesehatan Jayawijaya dan Puskesmas Kurulu, kata Aloysius Giay, diketahui bahwa tujuh anak lainnya, yang mendapatkan imunisasi dari satu vial (botol) yang sama dengan Agustina Logo, berada dalam kondisi baik.

“ Kami menjamin pelaksanaan imunisasi ini aman bagi anak –anak, imunisasi Campak dan Rubella ini harus dilanjutkan dan jangan sampai terputus karena dampaknya akan lebih besar,”katanya.

Menurutnya, Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KOMDA KIPI) Provinsi Papua sedang melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut sehingga dalam waktu secepatnya akan disampaikan hasil penyebab kematian korban.

“Saya sampaikan bagi kita semua bahwa vaksin ini aman, demi melindungi anak-anak dan masa depan Papua. Saya minta semua pihak untuk mendukung agar imunisasi Campak dan Rubella dan Polio ini tetap dilanjutkan,” katanya.

Kadinkes Papua memastikan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jayawijaya, Puskesmas, tokoh adat, tokoh agama serta Kepolisian Jayawijaya untuk memastikan anak-anak Papua tetap mendapat haknya, yaitu imunisasi yang lengkap.

Selain itu, setelah menerima laporan tentang kematian murid SD Umpagalo, Kepala Dinas Kesehatan Papua bersama beberapa staf, dewan adat Papua yang diwakili ketua satu, ketua wilayah Lapago, Unicef langsung mengunjungi rumah duka untuk menyampaikan rasa duka, serta mengikuti proses kremasi. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *