Ketua BEM Uncen Sempat Dimintai Keterangan di Polres

Gratianus Silas/Cepos
Sejumlah mahasiswa FISIP Universitas Cenderawasih mendatangi Markas Polres Jayapura Kota, Kamis (16/8) malam kemarin.

JAYAPURA – Ketua BEM, Fery Kombo, dan anggotanya, Agus Helembo sempat dimintai keterangan di Mapolres Jayapura Kota, Kamis (16/8). Fery Kombo dimintai keterangan terkait kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada beberapa hari belakangan, dimana ada aksi yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan aturan seperti meneriakan yel-yel Papua merdeka dan menggenakan atribut gelang dengan motif Bendera Bintang kejora.

Mengetahui Ferry  Kombo dan Agus Helembo dijemput dan dibawa ke Polres, Sejumlah rekan mahasiswa FISIP Universitas Cenderawasih juga mendatangi Markas Polres Jayapura Kota, kamis malam.

Usai dimintai keterangan, Ketua BEM Uncen, Fery Kombo akhirnya sepakat untuk tidak lagi melakukan upaya ajakan ataupun menyuruh para mahasiswa untuk bertindak pada perbuatan yang bertentangan dengan NKRI. Ini setelah dirinya bersama  Agus Helembo  yang juga sebagai pengurus BEM Uncen diamankan Polisi dan diinterogasi. Kesepakatan ini tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai usai menjalani pemeriksaan di Polres Jayapura Kota, 16 Agustus pekan kemarin.

Dalam surat pernyataan yang diketahui Rektor Uncen, DR Ir Apolo Safanpo ST MT ini, Feri dan Agus sepakat untuk enam poin. Pertama tidak lagi mengajak atau menyuruh mahasiswa baru Uncen untuk menyanyikan lagu Papua merdeka ataupun yel-yel Papua merdeka, kedua tidak lagi menyuruh atau meminta mahasiswa baru menggunakan atribu Papua merdeka, ketiga tidak lagi memberi ceramah ataupun materi yang berkaitan dengan Papua merdeka ataupun referendum, keempat, tidak lagi melibatkan diri maupun melibatkan mahasiswa dalam kegiatan terkait Papua merdeka maupun referendum.

Kelima jika dibutuhkan dimintai keterangan akan bersikap kooperatif dan keenam jika mengulang makan siap diproses hukum. Fery Kombo sendiri diamankan di depan RS Dian Harapan Waena setelah Polisi mendapat informasi jika dirinya tengah menggunakan mobil Agya berwarna hitam dan setelah dilakukan pengejaran akhirnya berhasil lalu dibawa ke Polresta.

“Setelah banyak informasi yang kami terima terkait kegiatan PKKMB yang menyimpang, kami akhirnya mencoba meminta keterangan dari ketua BEM dan berhasil diamankan di Perumnas. Memang kami telusuri dulu keberadannya hingga ada yang melaporkan,” jelas Kapolsek Abepura, AKP  Dionisius Helan SIK. Kapolsek menegaskan bahwa setiap upaya pelanggaran hukum tidak peduli apakah mahasiswa dan terjadi di dalam kampus jika itu tindak pidana maka pihaknya akan masuk dan menindak.

  Yohanes Mambrasar dari Perkumpulan HAM Papua, menyampaikan, pihaknya hadir sebagai pendamping maupun kuasa hukum dari pada para mahasiswa. “ Kami dihubungi teman-teman mahasiswa untuk memberikan pendampingan,” ungkap Yohanes Mambrasar, Kamis (16/8) malam lalu.

Sementara itu, kala dikonfirmasi, Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas, menyebutkan bahwa tahapan penyelidikan persoalan PKKMB masih terus dilakukan. “Ini kami minta klarifikasi secara baik-baik terhadap beberapa kegiatan yang berindikasi, berdasarkan bukti-bukti yang ada, tentang adanya lagu Papua Merdeka, yel-yel, serta atribut-atribut bernuansa Bintang Kejora yang dimasukkan dalam kegiatan PKKBM tersebut,” sebut AKBP Gustav Urbinas.

Klarifikasi, menurut Gustav, dinilai penting dalam tahap penyelidikan. Tak ayal, berdasarkan undangan yagn diberikan, kemudian dengan kondisi diperlukan segera, dan yang bersangkutan bersedia dan kooperatif, sehingga diminta waktunya sejak pukul 18.00 WIT sore.

“Karena keperluannya sudah selesai, sehingga yang bersangkutan bisa kembali ke rumah. Artinya, status upaya paksa itu belum ada. Jadi, kita tidak melakukan penangkapan dan penahanan. Sebaliknya, sifatnya ini ialah klarifikasi di dalam ruangan,” katanya.

Gustav menyebutkan bahwa nanti juga dimungkinkan bahwa Polres Jayapura Kota akan melakukan klarifikasi juga dengan orang lainnya yang berstatus mahasiswa, apakah panitia maupun mahasiswa baru. (ade/gra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *