Papua Siap Tampilkan Kopi Robusta di Pameran Sekneg

Sekretaris Barisan Merah Putih, Yonas Nusi.

Yonas Nusi (FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Berkaitan dengan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Anggota DPR Papua, Yonas Nusi, yang berasal dari daerah pengangkatan Adat Saireri mengatakan bahwa melalui Penjabat Gubernur Papua Soedarmo telah mendapatkan satu stand pameran di Sekretariat Negara.

“Sehubungan dengan itu, stand pameran ini kami manfaatkan dengan memamerkan Kopi Robusta Ambaidiru dari Kabupaten Kepulauan Yapen. Kami telah komunikasikan dengan Bupati Kepulauan Yapen, sehingga petani kopi kita pun bisa dihadirkan pada momen tersebut,” jelas , Yonas Nusi kepada Cenderawasih Pos, Rabu (15/8) kemarin.

Menurut informasi yang didapat Nusi, usai upacara, Presiden akan menyempatkan diri mengunjungi beberapa stand yang sudah dikomunikasikan oleh Sekretaris Negara. Tujuannya untuk kepentingan bagaimana memberikan spirit bagi petani kopi itu sendiri, serta mengajak pengusaha kopi untuk melirik potensi ini dengan baik,” jelasnya.

“Ini merupakan kesempatan yang baik, di mana bukan tidak mungkin akan ada banyak pengusaha kelas nasional maupun internasional yang melirik kopi milik kami ini. Tak ayal jika kemudian kopi milik kami ini nantinya dinilai memiliki peluang,”ujarnya.

Oleh karena itu Yonas Nusi  mengajak masyarakat dan pemerintah pada umumnya untuk mengetahui betapa pentingnya pengembangan potensi kopi  yang dimiliki rakyat Papua, baik di wilayah pegunungan maupun di daerah pesisir.

Bukan  apa, sebab jika dilakukan pengembangan yang baik terhadap komoditi yang satu ini, maka akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Kami harapkan perhatian dari pada pemerintah di tingkat pusat, provinsi, sampai dengan tingkat kabupaten/kota menyangkut dengan pengembangan komoditi kopi di wilayah-wilayah di Provinsi Papua,”ungkapnya.

Satu hal yang mendukung pengembangan potensi kopi tidak lain ialah pembangunan infrastruktur jalan yang dapat terselesaikan dengan baik. Oleh sebab itu, Kementerian PUPR dan Balai Jalan-Jembatan Nasional sekiranya memperhatikan hal ini.

“Contoh, pemerintah sekiranya dapat memperhatikan akses jalan ke perkebunan kopi di Ambaidiru, Kabupaten Kepulauan Yapen, yang mana sangat memprihatinkan. Padahal, untuk kopinya sendiri menjadi satu komoditi yang mampu menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan bagi daerah setempat maupun Papua pada umumnya,” tambahnya.(gra/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *