Normalisasi Kali Uwe Butuh Bantuan Balai Sungai Papua

Kondisi jalan penghubung Distrik Wouma dan Welesi yang terputus akibat abrasi Kali Uwe. Untuk normalisasi Kali  Uwe btuh bantuan Balai Sungai Papua. (FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Jayawijaya akan membangun dua jalan penghubung ke tempat pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya. Dua jalan ini diantaranya jalan penghubung Wouma-Welesi dan Jalan Jagara, Distrik Welesi.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo menegaskan, dua jalan tersebut tetap akan diperhatikan, hanya saja akan dilakukan secara bertahap baik di Jalan Dstrik Wouma-Welesi dan Jalan Jagara, Welesi. Untuk jalan Kampung Jagara akan diaspal, sedangkan di Wouma itu ada dua pekerjaan yang dilakukan.

“Akan dianggarkan tahun depan, sedangkan untuk Wouma harus dilakukan normalisasi Kali Uwe terlebih dulu sehingga membutuhkan bantuan dari Balai Sungai Provinsi Papua sedangkan pembangunan jalan akan dilakukan oleh Pemkab Jayawijaya karena ini jalan kabupaten,”ungkap Walilo saat ditemui di Kantor Bupati Jayawijaya, Rabu (15/8).

Menurutnya, untuk pengaspalan di Jalan Jagara dan Wouma bisa ditanggung oleh pemerintah Jayawijaya, hanya saja yang menjadi persoalan adalah normalisasi Kali Uwe yang sempat memutuskan jalan penghubung dua distrik, ini harus ditangani lebih dulu sehingga jalan yang putus bisa disambung kembali.

“Untuk normalisasi ini membutuhkan biaya cukup besar karena diameternya cukup panjang sehingga tak bisa dilakukan oleh Pemkab Jayawijaya sendiri,” jelasnya.

Ia mengaku, pemerintah daerah pernah membuat proposal ke Balai Sungai Papua di Merauke terkait normalisasi Kali Uwe, namun hingga saat ini belum ada jawaban, apakah bisa membantu melakukan normalisasi kali tersebut.

“Untuk jalan tetap jadi tanggung jawab kabupaten, karena ini bukan jalan yang menghubungkan antar kabupaten tapi ini masih di dalam sehingga menjadi tanggung jawab kabupaten,”bebernya.

Dia berharap jalan tersebut bisa dibangun sehingga pada pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem yang akan datang bisa berjalan dengan baik tanpa ada keluhan masyarakat saat menuju ke lokasi festival.

“Kalau salah satu belum maka kita akan membuat aspal di Jagara supaya jalan itu berfungsi sehingga orang tidak mengeluh saat ke tempat festival,”tegasnya.

Sebelumnya, warga lokal maupun turis manca negara mengeluhkan infrastruktur jalan menuju lokasi FBLB yang kurang baik. Kondisi jalan yang rusak ini pun sempat menjadi salah satu alasan sebagian masyarakat tidak menghadiri festival tersebut.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *