Melihat Kesiapan Paskibraka Kota Jayapura Jelang Puncak HUT RI ke-73

Paskibraka Kota Jayapura saat berlatih di Lapangan Lantamal Hamadi, Selasa (14/8). (FOTO : Takim/Cepos)

Disiplin “Makanan” Tiap Hari,  Tetap Berjuang Agar Tak Ketinggalan Pelajaran

Terpilih menjadi peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Haya saja, kepercayaan itu harus diikuti kerja keras dengan latihan yang penuh disiplin. Lantas, bagaimaan halnya dengan  kesiapan Paskibraka Kota Jayapura?

Laporan : Mustakim Ali

Derap langkah tegap, anggota Paskibrak Kota Jayapura  terlihat sudah begitu padu, saat Cenderawasih Pos menyambangi Lapangan Lantamal Hamadi, Selasa (14/8) kemarin. Meski sinar matahari sudah  terasa menyengat kulit, namun wajah-wajah penuh semangat dari sejumlah pelajar  pilihan SMA/SMK Kota, tetap terlihat yakin dalam setiap langkahnya.

  Peluh keringat yang membasahi wajah dan badan mereka tak dirasakan. Apalagi, saat mengingat tugas besar dalam pengibaran bendera merah putih tinggal menghitung hari saja. Untuk menghilangkan lelah dan membangun semangat, para Paskibra ini kadang saling  menguatkan dengan bernyanyi dan meneriakan yel-yel di sela latihan.

Terpilih menjadi Paskibra ini,  menurut Kesya Bisay, salah satu  anggota  pasukan 8 Paskibraka Kota Jayapura merupakan hal yang membanggakan. Apalagi ini merupakan   impian dari kecil yang sudah terwujud. Apalagi dia  terpilih menjadi pengibar bendera pada tanggal 17 Agustus.  .

   “Waktu masih SD saya sering menonton paskibraka di Stadion Mandala, dan berharap suatu saat menjadi anggota paski, puji tuhan melalui doa dan usaha saya selama masa seleksi hingga membuahkan hasil yang maksimal,” ungkap Kesya Bisay, gadis  16 tahun itu saat berbincang dengan Cenderawasih Pos disela mengikuti latihan bersama peserta paskibraka yang lainya, Lapangan Lantamal Hamadi, Senin (14/8).

  Namun di balik kebanggaan sebagai Paskibraka, banyak cerita suka duka yang dialaminya. Sebut saja proses seleksi yang superketat. Namun Kesya Bisay berhasil lolos seleksi tingkat sekolah dan setelah melewati puluhan seleksi dari tingkat sekolah yang lain hingga terpilih menjadi anggota Paskibraka Kota Jayapura.

  “Seleksinya cukup banyak dan selektif, dari mulai tingkat sekolah se-Kota Jayapura. Dan itu ratusan peserta yang ada dari berbagai sekolah se Kota Jayapura,” ujarnya.

   Tentu bukan hanya memiliki fisik dan kesehatan yang baik untuk menjadi anggota Paskibraka, namun kemampuan akademis dan bakat lain juga menjadi bagian dari seleksi. Dimana Kesya Bisay berhasil melewati tahapan itu hingga berhasil masuk sebagai Pasukan 8.

   “Kan paskibraka itu dibagi 2 kelompok, Pasukan 17, Pasukan 8. Sesuai Hari Kemerdekaan. Nah untuk masuk pasukan 17 dan 8 itu ada seleksi lagi,” ujar dia.

   Selain peran sebagai anggota Paskibraka, Kesya Bisay  yang  merupakan siswi   SMA N 2 Jayapura ini juga masih  mempunyai tanggung jawab untuk mengikuti kegiatan belajar atau mata pelajaran di sekolah. Namun pada saat dimulainya latihan sebagai anggota Paskibraka tersebut yakni, tanggal 1 Agustus sampai tanggal 15 nanti, kewajiban sebagai seorang pelajar tentu baginya tidak bisa diabaikan. Dengan waktu yang begitu sempit Kesya Bisay terpaksa memanfaatkan hari minggu untuk belajar melalui teman-teman kelasnya.

  “Kalau hari minggu saya mengunjungi teman-teman saya untuk menanyakan materi apa yang diberikan oleh guru selama seminggu, setelah itu saya belajar meski tidak semua materi saya kuasai, namun setidaknya saya tidak ketinggalan sama sekali,” tuturnya.

  Di satu sisi pihaknya merasa kesulitan dengan kurangnya waktu untuk belajar, namun karena tugas sebagai pengibar bendera merupakan tugas negara dan juga sebuah impian dari masa kecil, tentu semangat untuk menjalankan dan melaksanakan pengibaran  bendera merah putih tersebut terus dikobarkan.

  Pengalaman dukanya, peserta selalu dibentak bentak oleh pelatih.  Namun pihaknya juga merasa senang karena dibentak bukan karena sengaja, namun untuk mendidik peserta untuk lebih baik dan disiplin lagi. Namun selain pengalaman duka, ada juga pengalaman manis yang dipetik selama  pelatihan itu. Dimana semua anggota Paskibraka akan menikmati makanan bersama-sama dan juga selalu bersama-sama meski harus  panas-panasan saat berlatih.

   Pelatih Paskibra  Kota Jayapura, Aipda M.Arfan Saifudin yang merupakan angota Sat Brimob Polda Papua mengatakan, peserta Paskibraka Kota Jayapura tahun 2018 berjumlah 30 orang dan terdiri dari 2 pasukan, yakni pasukan 8 yang merupakan pasukan yang akan mengibarkan bendera dan pasukan 17.

  “Nah, kalau Pasukan 8 itu yang paling depan, biasanya dikawal anggota TNI atau Polri bawa bendera pusaka,” jelas Aipda M.Arfan Saifudin.

   Untuk menentukan anggota pasukan 8,  para pelatih memilih berdasarkan kemampuan atau kesempurnaan peserta selama latihan.

   Semua anggota Paskibraka yang lolos seleksi dikarantina  satu hari menjelang peringatan HUT RI. Meski tidak dikarantina selama masa latihan, tetapi pelatih bersama pembina selalu mengingatkan peserta Paskibra  untuk jaga pola makan dan juga manfaatkan waktu istirahat yang banyak.

   Pada tahap penggemblengan ini setiap peserta juga harus merasakan pelatihan full time. Layaknya anggota militer. Disiplin menjadi makanan sehari-hari setiap anggota Paskibraka.

  “Setiap hari kami selalu mengingatkan peserta untuk menjaga pola makan dan istirahat yang banyak supaya daya tahan tubuh stabil dan kuat selama latihan maupun pada saat puncaknya nanti,” tegasnya. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *