Keroyok TNI, 8 Orang Jadi Tersangka

Iptu Jahja Rumra. (FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Polisi terus menindaklanjuti kasus keributan yang terjadi di Taman Cicak di daerah skyland Jayapura Selatan. Dari hasil pemeriksaan terhadap 9 pelaku yang diamankan, polisi akhirnya menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap salah satu anggota TNI bernama Ananias Kbarek, yang terjadi Senin (13/8) lalu. Delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kaus  pengeroyokan tersebut, yakni berinisial MI (24), YW (24), PM (25), JS (19), TI (18),  NI (18), ES (21) dan YI (23).

 Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra menyebutkan, penetapan 8 orang sebagai tersangka pasca pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satuan Reskrim Polres Jayapura Kota.

 “Delapan orang tersebut terbukti melakukan pengeroyokan terhadap korban, dimana YW dan PM memukul korban dengan menggunakan batu, JS memukul korban dari arah belakang, NI dan ES memukul korban dengan menggunakan tangan,” ucap Jahja Rumra, Selasa (14/8).

 Akibat perbutan para tersangka ini, kata Jahja, mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP  tentang  pengeroyokan  dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “ Delapan tersangka sudah kami amankan di tahanan Mapolres Jayapura Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

 Dari pengakuan  korban, sewaktu korban menjemput anaknya  di sekolah,  ia melintasi Taman Cicak melihat pepohonan di Taman Cicak dibabat. Korban pun lantas bertanya pada orang-orang di sekitar lokasi tersebut.

 Korban yang melihat JS melintasi di Tempat Kejadian Perkara secara spontan menepuk helmnya, dengan mengeluarkan pertanyaan “Kenapa merusak pohon ?”.  Tersangka lantas tersinggung dengan pertanyaan tersebut.

Lanjut Jahja, JS yang tersinggung dengan pertanyaan tersebut langsung memarkirkan kendaraanya ke pinggir dan mengambil helm korban dengan membantingnya ke aspal yang membuat helm tersebut pecah.  “Pelaku lantas melaporkan kejadian tersebut ke keluargannya, sehingga datanglah keluarga korban dan terjadilah pengeroyokan itu,” terangnya.

Korban sendiri, kata Jahja, mengalami luka pada bagian kepala dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Marthen Indey. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *