Di Biak, Lima Bacaleg Gerindra Ditolak Silon KPU

Maryen: Kami Minta Masyarakat Cermati Nama DCS yang Diumumkan

BIAK-Satu dari 16 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Biak Numfor, nampaknya harus kehilangan satu daerah pemilihan karena semua (3) orang Bacalegnya ditolak Sistem Informasi Pencalonan (Silon).  Parpol yang dimaksud adalah Partai Gerindra yang tidak memiliki daftar Bacaleg di Dapil III Kabupaten Biak Numfor.

Tidak hanya di Dapil III yang sama sekali tidak memiliki Bacaleg, namun di Dapil I dan II Partai Gerindra juga kekurangan satu nama dari tujuh kuota yang diberikan. Artinya, partai besutan Prabowo Subianto ini di Dapil III sama sekali tidak ada Bacalegnya, sementara di Dapil I dan II hanya memiliki masing-masing 6 nama Bacaleg dari 7 kuota yang disediakan.

Ketua KPU B Ketua KPU Biak Numfor Jack Maryen, SE menjelaskan, penolakan 5 nama Bacaleg Partai Gerindra di sistem Silon sebenarnya kembali pada internal partai itu sendiri. Dimana terjadi pergeseran nama-nama Bacaleg dengan menggantikan nama lain sehingga dinilai tidak bisa karena sebelumnya sudah ada terdaftar di Dapil lain, makanya ditolak sistem Silon.

“Dari semua Parpol hanya Partai Gerindra masih ada kuoatanya kosong, dan khusus di Dapil III itu sama sekali kosong. Jadi persoalannya ada pada internal Parpol sendiri dimana melakukan pergantian nama yang diambil dari Dapil lain sehingga ketika namanya dimasukkan maka langsung ditolak Silon KPU, ini terjadi pada kuota perempuan. Jadi pergeseran Bacaleg perempuan karena ada yang mundur,” katanya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin.

Terkait dengan pengumuman DCS, masyarakat diminta mencermati semua DCS yang diumumkan lewat media cetak dan elektronik. Misalnya ada nama-nama yang tersangkut dengan kasus korupsi dan lainnya supaya dilaporkan untuk diteliti ulang serta dicari kebenarannya.

“Kami imbau masyarakat supaya melihat nama-nama yang diumumkan, kalau memang ada laporan dan benar melakukan hal-hal yang bertantangan dengan syarat pencalonan Bacaleg maka tentu saja dicoret,” tandas Jackson Maryen.(itb/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *