Melihat Penataan Pedagang di Lahan Sementara di Kawasan Pasar Youtefa

Takim/Cepos
BAGI TEMPAT_Para pedagang di Pasar Youtefa saat mengikuit pembagian tempat jualan di tempat
sementara di areal parkir pasar. Persoalan pasar youtefa hingga kini masih kompleks.

Lokasi Terbatas, Jumlah Pedagang Cenderung Terus Bertambah

Pasca penertiban para pedagang di kawasan Pasar Youtefa beberapa waktu lalu, para pedagang yang
tidak memiliki tempat resmi, terpaksa berjualan di pinggir jalan. Namun, Kepala Pasar Youtefa, Jefri
Dawir, ST mengambil kebijakan untuk menempatkan mereka di tempat sementara di areal parkir. Lantas
bagaimana kondisinya saat ini?
Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Persoalan pasca penataan Pasar Youtefa sepertinya tidak mudah diatasi. Usai penertiban, berbagai
persoalan kembali muncul, terutama untuk penataan pedagang yang telah ditertibkan, yang jumlahnya
mencapai ratusan. Belum lagi, adanya ulah nakal dari oknum pedagang dalam mendapatkan lokasi
jualan.

Tentu berbagai persoalan yang ada ini menjadi tantangan besar dari Kepala Pasar Youtefa, Jefri Dawir,
ST, untuk mencarikan solusi yang terbaik bagi para pedagang, sekaligus juga penataan dan penertiban
lingkungan pasar agar bisat aman dan nyaman untuk aktifitas jual beli.

Pemerintah Kota Jayapura, saat ini memang telah menyiapkan lokasi pasar baru di belakang Kantor
Otonom Kotaraja. Namun, karena masih menunggu pengoperasian pasar tersebut pada Oktober 2018
nanti, maka para pedagang yang terkena penertiban, terpaksa harus berjualan di tempat sementara. Agar
tidak berjualan di pinggir jalan yang berdampak pada arus lalu lintas, para pedagang kini ditempatkan di
areal parkir.

Lokasi tersebut sudah ditata atau dibagikan ke setiap pedagang, dengan ukuran sesuai dengan jenis
jualan yakni, penjual pinang mendapatkan lapak 1,5 x 1,5 meter persegi dan penjual sayur, ubi-ubian,
sagu, buah buahan, dan yang lainya dengan ukuran 2 x 2 meter persegi per pedagang.

Sedangkan penjual ikan, sudah menempati pasar ikan yang di belakang terminal Pasar Youtefa, karena
ada beberapa sebagian lapak yang tidak dimanfaatkan atau tidak ada tuan. “Kalau pedagang ikan sudah
dialihkan ke pasar ikan, sebagian yang belum mendapatkan lapak bahkan pedagang sayuran juga
sebagian,”ungkap kepala Pasar Youtefa Jefri Dawir.

Jefri mengakui bahwa lapak yang dibagikan kepada para pedagang tersebut memang terbatas alias
kurang luas. Namun dengan kondisi tempat yang terbatas tersebut, harus ditata agar bisa menampung
semua pedagang.

Sementara, pasca penertiban jumlah pedagang juga kian bertambah. Contohnya saja pedagang pinang,
yang sebelumnya hanya 99 orang, sekarang sudah menjadi 300 lebih pedagang. Karena itu, petugas pasar
mengambil keputusan, yakni mengusahakan semua pedagang, terutama pedagang yang ada sebelumnya
untuk bisa dipastikan mendapatkan lapak jualan.
“Kami berinisiatif untuk tidak melakukan pendataan dulu, namun pastikan semua pedagang masuk di
dalam Pasar Youtefa dan mendapatkan lapak jualan, ” ungkap Jefri ke Cenderawasih Pos melalui telepon
seluler, Kamis (9/8).
Para petugas pasar sudah membagikan kurang lebih 600 formulir pendataan pedagang, akan tetapi
sampai saat ini tidak banyak yang mengembalikan. Hal ini akan menjadi tugas yang akan dilaksanakan,
usai para pedagang semua mendapatkan lapak di dalam Pasar Youtefa.

Pihaknya mengakui bahwa petugas pasar sudah mengimbau beberapa kali untuk mengajak para
pedagang masuk berjualan di dalam Pasar Youtefa, namun karena lapak masih dibangun dan juga
pedagang yang lain meski sudah dibangun akan tetap menunggu semuanya selesai baru berjualan di
tempat yang baru tersebut.

“Kita sudah mengimbau beberapa kali, namun para pedagang tidak mau, karena masih ada lapak yang
sedang dibangun. Mereka mau jualan bersama sama dengan serentak di lokasi yang baru,” ujarnya.
Dengan masih dibangunnya sebagian lapak para pedagang tersebut, masih ada pedagang yang masih
bertahan berjualan di mata jalan dan akan menunggu lapaknya selesai dibangun baru para pedagang
pundah di dalam Pasar Youtefa.

“Kami akan terus mengimbau kepada pedagang setiap harinya untuk tidak berjualan di luar, tetapi

karena masih menunggu pembangunan lapak yang lain, makanya sebagian masih bertahan di luar, ”
katanya.
Sementara di lokasi yang baru tersebut menurut pengakuan Kepala Pasar Youtefa Jefri, lapak yang
sudah dibangun hanya digunakan untuk menyimpan barang jualan para pedagang sebelum mulai
berjualan dan juga masih ada sebagian sedang membangun.(*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *