Warga Warironi Tolak Pemindahan Pelabuhan Perintis

Gratianus Silas/Cepos
Anggota Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir, saat memberikan keterangan pers terkait aspirasi yang ia terima dari tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (9/8).

JAYAPURA-Adanya surat pembatalan dari Bupati Kepulauan Yapen untuk pembangunan pelabuhan kapal di Kampung Warironi yang disebutkan akan dialihkan ke Kampung Ambai, disikapi serius seorang tokoh adat masyarakat Warironi, Agus Taran.

Menyikapi hal tersebut, Taran tidak mau pekerjaan pelabuhan perintis di kampungnya itu dipindahkan, sebab tidak mungkin masyarakat setempat menggunakan jalan darat jika mau kota lantaran biayanya yang cukup mahal.

“Pembangunan dermaga perintis itu sebenarnya tidak ada gangguan, terlebih sudah saya serahkan tempatnya, Dinas Perhubungan Provinsi Papua juga sudah meninjau langsung lokasinya. Dengan demikian tinggal realisasi pembangunannya saja,”jelas Agus Taran, Kamis (9/8) kemarin.

Komisi IV DPR Papua yang membidangi persoalan infrastruktur, melalui Anggota Komisi IV, Boy Dawir, yang menerima aspirasi ini dan mengatakan bahwa dana pembangunan pelabuhan perintis itu bersumber dari APBD Provinsi Papua. Sementara dari sisi pelaksanaan kegiatan pada 2015 sudah ditenderkan pelaksanaan pembangunannya.

“Kami akan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua melalui gubernur dan dinas teknis terkait, sehingga diagendakan pembangunannya pada 2019 karena ada kewenangan yang ruangnya tak bisa masuk ke rumah orang lain. Ini ranah gubernur,” kata Boy Dawir.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan perintis ini merupakan janji gubernur, sehingga hal ini harus dilaksanakan. “Apa yang menjadi kebutuhan rakyat itu harus dipenuhi. Masyarakat sendiri sudah menyerahkan lahan sehingga jangan kita kecewakan masyarakat,” tambahnya.

Katanya, apa yang disepakati masyarakat dengan Pemprov harus ditindaklanjuti karena ini sementara dalam proses lelang sehingga tak mungkin dibatalkan. “Kami akan coba pada 2019 karena selain Yapen, ada juga di Biak Numfor yang butuh pelabuhan rakyat yang perlu dibangun Tahun 2019,”pungksnya.(gra/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *