Wali Kota Minta KPK Bangun Kerja Sama dengan Ondoafi

TARIAN TRADISIONAL: Salah satu atraksi tari tradisional masyarakat Port Numbay yang ditampilkan pada FTH ke-X yang digelar di Ring Road, Pantai Hamadi, Selasa (7/8). (FOTO : Priyadi/Cepos)

Kearifan Lokal di 14 Kampung Harus Dilestarikan

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura dibawah kepemimpinan Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., terus berusaha mempertahankan dan melestarikan kearifan lokal masyarakat Port Numbay yang ada di 14 kampung di Kota Jayapura.

Terkait hal ini, Wali Kota Tomi Mano yang merupakan anak asli Port Numbay, meminta semua KPK (Kepala Pemerintahan Kampung) untuk bekerja sama dengan para Ondoafi dalam menjabarkan visi misi Pemkot Jayapura yang tetap menjaga kearifan lokal.

  “Kepala kampung di 14 kampung di Kota Jayapura, harus bisa bekerja sama dengan para Ondoafi. Karena KPK yang bersentuhan langsung dengan para Ondoafi di kampung-kampung. Tolong program saya harus dijelaskan ke para Ondoafi dan masyarakat kampung,” ungkap Tomi Mano saat menutup kegiatan Festival Teluk Humboldt ke-X Tahun 2018 di Ring Road, Pantai Hamadi, Selasa (7/8) malam lalu.

Dikatakan, salah satu tugas KPK yang harus dijelaskan kepada para Ondoafi dan masyarakat kampung, bagaimana caranya Ondoafi dan masyarakat kampung bisa terus menjaga kearifan local. Mulai dari mempertahankan bahasa asli, kuliner di kampung, mempertahankan budaya seni ukir, tari-tarian,  mata pencaharian dan lainnya.

“Walaupun Kota Jayapura adalah ibukota Provinsi Papua, namun Pemkot Jayapura masih tetap  mempertahankan kampung di tengah kota. Bahkan dimasukkan dalam visi Pemkot Jayapura melalui menjaga kearifan local,” jelasnya.

  “Ini saya lakukan untuk mempertahankan masyarakat marga asli Port Numbay supaya tetap eksis sampai kapan pun. Budaya kesenian dan tradisi tetap saya pertahankan, agar anak cucu kita masih bisa menikmati kearifan lokal budaya kita,” sambungnya.

   Menurut Tomi Mano, perhatian dan kepedulian yang diberikan selama ini begitu besar untuk 14 kampung di Kota Jayapura. Berbagai bentuk bantuan sudah diberikan secara maksimal, mulai dari pendidikan, kesehatan, perekonomian, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat kampung sudah dilakukan,

“Diharapkan semua yang sudah diberikan ini harus bisa disambut dengan baik, supaya bisa memicu dan memacu semangat masyarakat kampung untuk lebih meningkat lagi taraf hidupnya, namum tetap terus mempertahankan kearifan local,” pungkasnya.(dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *