Warga PNG Terancam 20 Tahun Penjara

Elfira/Cepos
KASUS NARKOBA: FI warga Hamadi salah satu tersangka kasus narkotika berusaha menutupi mukanya saat dikeluarkan dari ruang tahanan Kapolres Jayapura Kota untuk mengikuti siaran pers di Mapolres Jayapura Kota, Senin (6/8).

JAYAPURA-Warga Papua New Guinea (PNG) berinisial JK yang terpaksa dilumpuhkan saat akan diamankan petugas terkait kasus ganja sebesar 3,5 Kg yang dikemas dalam 78 bungkus paket besar, telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain JK, penyidik Polres Jayapura Kota juga menetapkan FI seorang wanita yang kedapatan membawa 200 gram ganja sebagai tersangka.

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka JK dan FI menurut Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra, SH., MH., akan dijerat Pasal  114 ayat (2) jo Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Dari tangan JK, kami mengamankan 78 bungkus paket ganja besar dengan berat sekira 3,5 Kg. Sementara dari tangan FI, barang bukti yang diamankan seberat 200 gram,” ungkap Jahja dalam siaran persnya di Mapolres Jayapura Kota, Senin (6/8) kemarin.

Paket ganja uang diamankan dari tersangka JK menurutnya akan dijual dengan harga Rp 1 juta perpaket. Ganja ini diduga didatangkan dari PNG melalui jalur laut. “Terkait kedua tersangka memiliki  jaringan dan tidaknya sedang didalami. Karena saat diamankan keduanya berada dalam 1 rumah yang terletak di belakang Kantor Pos Hamadi, Distrik Jayapura Selatan,” kata Jahja.

Kedua tersangka diduga sudah sudah lama mengedarkan ganja. Sebab paket yang disita dari tangan tersangka menurut Jahja Rumra bukan hanya pesanan satu orang, tetapi beberapa orang. “Terkait apakah mereka ini bandar, itu juga sedang kami dalami,”  kata Jahja.

Tersangka JK yang terpaksa dilumpuhkan saat hendak diamankan, hingga kemarin masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara. “Setelah kondisinya membaik, barulah kami lakukan pemeriksaan terhadap JK. Dari keterangan JK kami bisa mengetahui hubungan keduanya ini seperti apa, termasuk sudah berapa lama mengedar ganja,” tandasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *