Melihat dari Dekat Kemeriahan Festival Teluk Humboldt ke-X 2018 (Bagian 1)

SPEKTAKULER: Perwakilan 14 kampung asli Port Numbay saat menampilkan atraksi menabuh tifa pada pembukaan FTH ke-X tahun 2018 di Jalan Ring Road, Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Minggu (5/8). (FOTO : Priyadi/Cepos )

Libatkan 14 Kampung,  Kearifan Budaya Lokal Tetap Ditonjolkan

Minggu (5/8) kemarin, Festival Teluk Humbold (FTH) ke-X tahun 2018 dibuka secara resmi. Berbagai atraksi ditampilkan dalam acara pembukaan kemarin. Bagaimana suasananya ? Berikut laporannya.

Laporan: Priyadi, Jayapura

JALAN Ring Road Pantai Hamadi yang biasanya tertutup dan sepi dari aktivitas warga, Minggu (4/8) sore sekira pukul 16.00 WIT, dipadati ratusan warga yang ingin menyaksikan pembukaan Festival Teluk Humbold (FTH) ke-X tahun 2018.

Di lokasi tersebut terdapat panggung yang digunakan untuk kegiatan pembukaan FTH ke-X. Selain panggung, juga terdapat stand jualan yang ramai dikunjungi warga.

Pembukaan FTH ke-X kemarin berlangsung meriah. Warga dari 14 kampung asli masyarakat Port Numbay terlibat dalam event tahunan yang digelar Pemkot Jayapura. Masyarakat asli Port Numbay dari 14 kampung ini menampilkan atraksi budaya mereka termasuk kuliner hingga kerajinan tangan.

Selain warga asli Port Numbay dari 14 kampung, FTH ke-X juga dimeriahkan warga Kota Jayapura lainnya yang berasal dari berbagai suku di antaranya suku Toraja yang menampilkan tarian adat mereka.

Bukan hanya dari tanah air, warga dari negara tetangga Papua New Guinea (PNG) juga ikut berpartisipasi menampilkan tarian adat mereka.

Salah satu pengunjung yang mengaku bernama Mebri dari Kampung Yoka mengatakan, pertunjukan FTH sudah sangat bagus dan masyarakat sangat antusias hadir dalam event budaya ini.

“Pembukaan FTH ke-X sudah bagus. Atraksi budaya dari masyarakat asli Port Numbay yang ada di 14 kampung sangat meriah. Belum lagi penampilan warga Kota Jayapura yang berasal dari suku lain di tanah air ditambah penampilan warga dari salah satu kampung di PNG,” ucap Mebri memberi pujian.

Selain atraksi budaya, pengunjung menurut Mebri juga dapat menikmati keindahan pemandangan Teluk Youtefa dari Jalan Ring Road yang menjadi lokasi FTH ke-X. “Namun sayang tempatnya tidak luas, sehingga masyarakat tidak bisa menyaksikan secara puas. Karena terhalang oleh tamu undangan dan pejabat yang ada di depan panggung,” tuturnya.

Salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung yaitu parade menabuh tifa yang diikuti warga dari 14 kampung asli Port Numbay. Dalam atraksi ini, setiap kampung diwakili 10 orang yang menggunakan pakain adat dan membawa tifa.

Banyaknya atraksi menarik yang ditampilkan pada acara pembukaan kemarin membuat warga yang berada di lokasi FTH ke-X enggan beranjak dan meninggalkan lokasi. “Ini membuktikan dalam FTH sangat meriah. Masyarakat tidak beranjak pulang sampai acara selesai,” sambung Mebri.

Apresiasi juga diberikan warga lainnya Lina Wamblolo yang mengaku puas dengan atraksi-atraksi yang disuguhkan pada acara pembukaan. Lina memberikan apresiasi kepada penyelenggara yang banyak melibatkan warga asli Port Numbay dalam event ini. “Panggungnya luar biasa dan kita bisa melihat keindahan Teluk Youtefa, Kampung Tobati dan Enggros,” kata Lina.

Selain pemandangan Teluk Youtefa, Kampung Tobati dan Enggros, dari pantauan Cenderawasih Pos pengunjung juga bisa menyaksikan kemegahan Jembatan Hamadi-Holtekamp yang hingga saat ini masih dalam proses pembangunan.

Keterlibatan masyarakat asli Port Numbay dalam event ini bukan hanya pada atraksi budaya semata. Namun penyelenggara juga membuat stand untuk masyarakat asli Port Numbay menjual aneka souvenir, makanan khas dan lain-lain.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Mano mengatakan, dipilihnya Ring Road sebagai lokasi FTX ke-X agar pengunjung tidak hanya menyaksikan kekayaan budaya masyarakat Port Numbay tetapi juga bisa menikmati keindahan Teluk Youtefa. “Event ini bisa menjadi ajang promosi tempat wisata dan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat asli Port Numbay,” ucapnya di sela-sela pembukaan.

Pembukaan Festival Teluk Humboldt ke-X kemarin ditandai dengan penabuhan 10 tifa yang melambangkan jumlah keondoafian di Port Numbay. Sebanyak 10 tifa yang disiapkan tersebut ditabuh oleh Penjabat Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo bersama perwakilan Menteri Pariwisata RI, Forkopimda Provinsi Papua dan tokoh adat. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *