Ketika Komunitas Stand Up Komedi Indo Jayapura dan Vespa Papua Bicara Soal Sampah (Bag 1)

Komika Nasional asal Papua, Yewen, bersama rekannya menampilkan stand up comedy di sela-sela kegiatan kumpul bareng komunitas di depan salah satu ruko kosong di Sentani, Sabtu (4/8) lalu. (Roberth Yewen/Cenderawasih Pos

Buanglah Sampah Pada Tempatnya dan Selamatkan Danau Sentani

Tak sedikit orang yang terus bicara soal pentingnya menjaga lingkungan sekitar dari sampah dan selamatkan Danau Sentani dari sampah. Hal inilah yang jua disampaikan oleh Komunitas Stand Up Comedy Indo Jayapura dan Vespa Papua. Apa saja yang disampaikan kedua komunitas ini kepada masyarakat tentang sampah?

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

WAKTU tepat pukul 20.00 wit para Komunitas Stand Up Indo Jayapura dan Vespa Papua berkumpul bersama-sama dengan komunitas lainnya di sebuah ruko kosong yang bersebelahan langsung dengan Batalyon 751/Raider di Sentani, Sabtu (5/8) lalu.

Kesederhanaan nampak terlihat dari kegiatan ini, karena para komunitas hanya duduk di sepanjang amperan ruko dan sebagian duduk di motor serta sebagian lagi berdiri sambil menyaksikan beberapa penampilan yang disampaikan oleh para komika-komika lucu dari Stand Up Indo Jayapura tentang pentingnya menjaga sampah di lingkungan masing-masing dan tidak membuang sampah di Danau Sentani.

Yewen salah satu Komika Nasional yang merupakan juara 3 nasional Stand Up Comedy 3 di Indonesiar juga dihadirkan sebagai tamu istimewa untuk menyampaikan pesan-pesan komedI tentang sampah dan pentingnya menjaga sampah di lingkungan maupun di Danau Sentani.

Sebagai tamu istimewa, dalam stand up comedy yang dibawakan, Yewen melihat masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan di Danau Sentani, padahal Danau Sentani merupakan salah satu danau terindah di Indonesia. Banyak orang masih membuang sampah, baik sampah plastik, seperti misalnya supermi, botol aqua ke danau.

Mahasiswa Planologi Teknik Uncen ini juga paling tidak suka dengan sampah pempers yang digunakan oleh bayi dan anak-anak, karena merupakan sampah yang menijikan, tetapi masih ada orang yang membuangnya ke pinggir-pinggir Danau Sentani.

“Kalian bayangkan dan mari menghitung kalau 1 anak dalam sehari pakai 3 pempers, maka dalam 1 bulan sudah pakai 90 pempers. Itu anak siapa lagi saya tidak tau. Kalau tiba-tiba ada 12 anak yang tinggal dipinggiran danau dalam 1 bulan berarti 90×12 hampir 1800 pempers yang dibuang dipinggir danau,” jelas Yewen sambil disambut tepuk tangan oleh para yang meriah.

Yewen mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, karena kalau tidak membuang pada tempatnya, maka kalian sudah menghilangkan harga dirinya.

Senada dengan itu, salah satu Komika Stand Up Indo Jayapura, Umar mengungkapkan bahwa banyak sekali sampah yang berada di pinggiran Danau Sentani dan telah sudah mempengaruhi dan membuat kondisi Danau Sentani menjadi kotor.

“Di sini saya lihat yang salah itu bukan orang membuang sampah di pinggir danau, tetapi yang salah itu orang yang membuang sampah dipinggiran sungai atau kali. Karena kalau membuang sampah dipinggir sungai, maka ketika banjir sampah secara otomatis akan terbawa ke Danau Sentani,” ungkapnya. */wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *