Bupati: Tanah dan Hutan Jangan di Jual-Jual

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, didampingi Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua, Yan Ormuseray, saat menghadiri pembukaan sosialisasi Perpres Nomor 88 Tahun 2017 di Hotel Horex Sentani, Senin (6/8).

SENTANI- Dinas Kehutanan Provinsi Papua menggelar sosialisasi terkait Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2017 tentang penyelesaian tanah kawasan hutan di Provinsi Papua yang berlangsung di Hotel Horex Sentani, Senin (6/8).

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Mengungkapkan bahwa reformasi argraria harus memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga harus melestarikan tanah dan hutan yang ada disekitarnya.

“Kalau bisa tanah jangan di jual-jual, kecuali untuk kepentingan publik yang lebih besar. Hutan juga demikian, kalau bisa jangan dibabat semua,” ungkapnya.

“Jadi sekarang bagaimana masyarakat bisa mengerti dan menjaga serta melestarikan. Kalau bisa masyarakat sendiri yang kelola untuk kepentingan dia jangka panjang secara terus menerus,” tambahnya.

Mathius menyebutkan bahwa antara masyarakat adat dan tanah maupun hutan tidak bisa dapat dipisahkan. Apalagi masyarakat di Papua merupakan tuan tanah atau pemilik hak ulayat. Oleh karena itu, harus dipastikan secara jelas.

“Jadi reformasi agraria ini memberikan kepastian terkait kepemilikan tanah dan hutan. Setelah itu kalau ada pindah tangan harus dipastikan juga berapa banyak yang berpindah dari kepemilikan yang pertama supaya cerita mengenai lahan ini dapat terdokumentasi secara baik dan kekuatan hukumnya juga pasti,” ucapnya.

Mathius menyatakan dengan kepemilikan tanah dan hutan, maka hal ini bisa menjadi modal untuk masyarakat adat dapat berusaha dan kalau bisa jangan di jual, sehingga tanah ini digunakan untuk membangun sesuatu yang berguna bagi masa depan di tanahnya.

“Kami sangat memberikan suport dan dukungan terhadap peraturan presiden ini, terkait bagaimana pembinaan-pembinaan dari pemerintah terhadap masyarakat yang memiliki tanah dan lahan supaya kedepan dapat dilestarikan serta dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat,” ujarnya. (bet).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *