Kumpulkan Stakeholder Bahas Pencegahan Narkoba di Kampung-Kampung

Suasana rapat koordinasi BNN Kabupaten Jayapura dengan kepolisian dan instansi terkait lainnya di Sentani, Kamis (2/8) lalu.

SENTANI- Untuk melakukan pencegahan terhadap peredaran Narkoba di kampung-kampung yang ada di Kabupaten Jayapura, maka Badan Narkotika Nasional (BNN) kabupaten Jayapura mengumpulkan stakeholder terkiat dari kepolisian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jayapura, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Kepala BNN Kabupaten Jayapura, Arianto, mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Jayapura, sehingga para pemakai Narkoba yang ditangkap oleh Polres Jayapura bisa langsung diserahkan ke BNN Kabupaten Jayapura untuk dilakukan rehabilitasi.

Selain itu, BNN juga telah melaksanakan kerjasama dengan beberapa Puskesmasdi Kabupaten Jayapura dan telah dilakukan pembekalan, sehingga Puskesmaslangsung bisa melakukan pengobatan terhadap para pecandu Narkoba di wilayahnya masing-masing.

“Jadi kita sudah bekerjasama dengan Polres Jayapura dan Puskesmasyang ada di Kabupaten Jayapura, agar kedepan bisa bersama-sama melakukan pencegahan dan rehabilitasi terhadap penyalahguna Narkoba di Kabupaten Jayapura,” ungkapnya usai rapat koordinasi yang berlangsung di Sentani, Kamis (2/8) kemarin.

Arianto berharap melalui kegiatan rapat koordinasi antara pihak terkait ini, maka kedepan penanganan penyalahguna Narkoba di Kabupaten Jayapura bisa dilakukan secara bersama-sama, baik kepolisian, puksesmas dan semua unsur yang ada di Kabupaten Jayapura. 

Sementara itu, Kapolsek Sentani Kota, Kompol Hakim Sode,  menyatakan pihaknya sudah kurang lebih dua kali menyerahkan penyalahguna Narkoba kepada BNN Kabupaten Jayapura untuk dilakukan rehabilitasi. Semoga dengan kerjasama ini, maka kedepan banyak lagi para penyalahguna Narkoba yang bisa dilakukan rehabilitasi.

“Kami selalu lakukan koordinasi dengan BNN Kabupaten Jayapura, sehingga apabila ada pengguna Narkoba yang ditemukan tanpa barang bukti (BB), maka kami langsung serahkan ke pihak BNN Kabupaten Jayapura untuk dilakukan rehabilitasi,” ujarnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *