Kalahkan Papua Barat, Jogja Tuan Rumah Pesparawi Nasional ke-XIII

BINCANG-BINCANG- Pengurus LPPD Provinsi Papua tengah berbicang-bincang bersama Pengurus LPPD Provinsi Papua Barat usai Munas Pesparawi Nasional ke-XII dilakukan di Hotel Haris, Pontianak, Jumat (3/8) kemarin.

PONTIANAK-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil terpilih menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional ke-XIII di tahun 2021 yang akan datang. Hal ini merupakan keputusan berdasarkan dalam pengambilan voting yang dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Pesparawi Nasional ke-XII yang berlangsung di Hotel Harris, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (3/8) sore kemarin.

Dalam Munas ini, LPPD Papua Barat dan LPPD Yogyakarta secara bersamaan mengajukan daerahnya untuk menjadi tuan rumah Pesparawi ke-XIII di tiga tahun mendatang, setelah keduanya mendapat rekomendasi dari gubernur masing-masing.

Demikian, berdasarkan hasil voting yang dilakukan, dari 34 LPPD provinsi di seluruh Indonesia, ditambah pula 3 suara dari Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), maka Papua Barat memperoleh 13 suara, di mana berselisih 11 suara dari Yogyakarta yang memperoleh 24 suara.

“Dengan mekanisme pemilihan terbuka voting, hasilnya sudah kita ketahui bersama, dan mekanisme itu memberikan ruang untuk kita menetapkan Yogyakarta sebagai tuan rumah Pesparawi ke-XIII pada 2021 mendatang,”sebut Ketua Umum LPPN, yang sekaligus Dirjen Binmas Kristen Kementerian Agama RI, Thomas Pentury.

Berdasarkan pemantauan langsung Cenderawasih Pos, cukup banyak LPPD provinsi yang keberatan Pesparawi Nasional diselenggarakan di Papua Barat, sebab jarak yang begitu jauh dan biayanya yang cukup menguras kocek.

“Saya pikir itu memang kondisi yang terjadi, di mana ada gap harga tiket diantara pulau-pulau di Indonesia. Tapi memang, mungkin mereka baru saja dari timur, yakni di Maluku pada tiga tahun lalu, sehingga kalau kemudian harus kembali dilaksanakan di timur Indonesia, mungkin mereka mempertimbangkan ini matang-matang,” sebut Moses Timisela, Wakil Ketua LPPD Papua Barat.

Demikian, dengan hasil voting yang mana mayoritas peserta memilih Yogyakarta sebagi tuan rumah Pesparawi di tiga tahun mendatang, Timisela menilai ini wajar-wajar saja, dan LPPD Papua Barat pun menerima hal tersebut, sebab  dilakukan dalam musyawarah terbuka dan votingnya pun dilakukan secara terbuka.

LPPD Provinsi Papua sendiri, dalam hal ini melalui Ketua Harian Constant Karma, mengatakan bahwa sebagai saudara tua, Papua sudah jelas memberikan supportnya bagi Papua Barat. Namun, karena keputusan dilakukan secara musyawarah, maka apa yang menjadi keputusan tetap diikuti bersama.

“Munas ini sangat baik, sangat musyawarah dan sangat demokratis. Artinya, kita voting untuk menentukan tuan rumah Pesparawi, yang mana Papua Barat pun mendapat poin cukup tinggi, yakni 13 suara, sedangkan Yogayakarta 24 suara,” papar Constant Karma.

Di sisi lain, Yogyakarta yang terpilih menjadi tuan rumah mengatakan bahwa mereka hanya melaksanakan amanah yang diinstruksikan Sultan. Demikian, LPPD Yogyakarta mampu membayar kepercayaan Sultan dan juga seluruh utusan, sehingga Yogyakarta menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional ke-XIII pada 2021 mendatang. (gra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *