Ribuan Botol Miras Selundupan Digagalkan di Yalimo

Ribuan botol Miras yang dikemas dalam belasan karton, saat digelar di Polsek Elelim, Kabupaten Yalimo, Kamis (2/8), disaksikan aparat dan warga.  Ribuan botol Miras ini dibawa dengan kendaraan dari Jayapura menuju wilayah pegunungan tengah melalui jalan Trans Jayapura- Wamena. (Polres Jayawijaya for Cepos)

** Bupati Lakius Minta Balai Jalan Wilayah V Tutup Jalan Trans Jayapura – Wamena Sementara Waktu

WAMENA – Jalan trans Wamena Jayapura yang yang kini dapat dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat, belum lagi dirasakan manfaatnya, terutama mendorong pembangunan ekonomi masyarakat Papua, ternyata lebih dulu mulai digunakan untuk kejahatan, yakni jalur alternatif penyelundupan miras dari Jayapura ke Kabupaten terdekat seperti Kabupaten Yalimo, Jayawijaya dan wilayah lainnya di Pegunungan tengah Papua.

Seperti yang terjadi 2 hari kemarin, Rabu ( 1/8) dan Kamis (2/8). Upaya menyelundupkan ribuan botol Miras yang melalui jalur darat ini, berhasil digagalkan warga dan aparat di Kabupaten Yalimo.

Bupati Yalimo Lakius Peyon kepada Cenderawasih Pos mengakui adanya penangkapan penyelundupan minuman beralkohol dari Jayapura ke Yalimo dua hari ini.

“ Kemarin  (1/8) Polisi di Elelim menangkap mobil yang bawa naik minuman sekitar 50 botol,  sementara tadi pagi (Kamis 2/8) ada lagi membawa 2500 botol vodka dan minuman bermerek lainya yang ditemukan.

Dijelaskan, jalan ini sudah tembus Jayapura – Wamena  sebenarnya belum boleh untuk umum karena sementara dalam proses pembangunan. Dan Balai Jalan dan Jembatan sendiri sudah mengeluarkan surat agar jalan ini belum boleh digunakan, namun kenyataannya, pada Rabu (1/8) ada 9 mobil dari Jayapura ke Wamena melalui jalan tersebut. Satu mobil dari 9 mobil itu kedapatan membawa puluhan botol Miras. “ Masyarakat menginformasikan, lalu Polisi geledah, dan kedapatan ada 50 botol miras jenis Vodka, dan beberapa botol Miras lainnya seperti Beer dan lainnya, petugas lalu menyita botol Miras tersebut lalu dimusnahkan,” ujar Bupati Lakius.

Hari berikutnya, Kamis (2/8), ada lagi mobil dari Jayapura kearah Wamena melalui jalan trans tersebut berusaha menyelundupkan Miras, namun kali ini jumlahnya Ribuan. Menurut Bupati, laporan yang ia terima dari masyarakat dan petugas di Polsek Elelim, jumlah Miras tersebut sekitar 2500 botol . “ Petugas langsung menyita ribuan botol miras tersebut dan menahan beberapa orang yang diduga yang membawa. Barang bukti dan para pelaku setelah diproses di Polses Elelim, selanjutnya dikirim ke Polres Jayawijaya untuk diproses lebih lanjut,” terannya.

Sebagai kepala daerah di wilayah yang dilalui Jalan Trasn Jayapura – Wamena, dirinya sangat menyayangkan perbuatan tersebut yang jelas tujuannya untuk mencari keuntungan dengan merusak generasi muda dan masyarakat di wilayahnya dan di pegunungan tengah secara umum. Perbuatan tersebut juga sebagai bentuk kejahatan, karena efeknya akan menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat, dimana akibat perbuatan jahat, kriminal dan lainnya selalu dipicu akibat pelaku mengkonsumsi Miras.

Dikatakan, dengan peristiwa ini, kebetulan pada Jumat (3/8) ada sidang di DPRD Yalimo, sehingga bupati berinisiatif untuk mengajukan revisi Perda Miras di Yalimo, yakni akan ada penambahan beberapa pasal seperti penambahan pos terpadu, yakni membangun Pos TNI, Pos Polri dan Pos satpol PP di masing-masing titik untuk mengawasi  setiap kendaraan yang melalui jalan trans ini, terutama ketika melalui wilayah Pemerintahan Yalimo. “ Setiap mobil akan diperiksa 3 kali, terutama pada barang illegal, termasuk miras yang jadi perhatian utama,” terangnya.

Melalui Perda Miras,  akan dibentuk juga Satgas Penanggulangan Penyakit Sosial. Satgas ini punya kewenangan, menangkap, menyita termasuk menahan mobil yang membawa Miras selama 1-2 bulan di Yalimo. Dengan begitu, dapat memberikan efek jera bagi sopir dan pemilik kendaraan yang coba-coba menyelundupkan Miras ke yalimo dan wilayah pegunungan.

Bupati mengaku dirinya menyatakan perang terhadap Miras. “ Mulai hari ini, saya nyatakan perang terhadap siapapun dia, siapapun yang beck up penyeludpan Miras, siapapun yang bawa Miras. Saya tidak takut, saya akan sikat semuanya,” tegas Lakius Peyon.

Dirinya akan menghimpun para bupati di wilayah-wilayah yang dilalui jalan Trans ini, mulai dari Kabupaten Jayapura, Kabuaten Keerom, Mamberamo Tengah, dan Jayawijaya. Tiap-tiap wilayah harus membangun posko penjagaan dan pengawasan agar benar-benar mengawasi hal semacam ini.

“Dengan kejadian ini, saya telah memerintahkan agar jalan yang berbatasan antara Yalimo dan Mamberamo Raya dipalang atau ditutup untuk umum, bila perlu dibongkar beberapa jembatan, sampai hingga balai jalan wilayah V Papua menyatakan trans Papua layak jalan,”tegasnya

Penutupan jalan ini, kata Lakius Peyon, pemerintah Kabupaten Yalimo telah menyurat ke balai jalan wilayah V Papua, untuk tidak boleh lagi ada kendaraan yang lewat hingga dinyatakan layak dilalui.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba mengakui adanya penyelundupan miras tersebut. Dimana aksi peyelundupan miras ini aparat kepolisian dari Yalimo berhasil mengamankan sebuah mobil Mitsubishi Strada yang memuat 9 karton miras jenis Vodka dan Mension Hause yang dibawa dari Jayapura dan direncanakan akan diperjual belikan di Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Jayawijaya,

“Mereka yang membawa miras ini sebenarnya ikut bersama 9 mobil lainnya secara bersama -sama, namun hanya satu saja yang memuat miras pabrikan ke Yalimo,”ungkapnya Kamis (2/8) saat ditemui di Wamena.

Kapolres Jayawijaya menegaskan telah mengamankan dua orang warga yang membawa mobil bermuatan Miras tersebut dan untuk barang buktinya , ia telah meminta Polsek Yalimo untuk dikirimkan ke Polres Jayawijaya bersama dengan dua pelaku untuk diproses hukum.

“Saya sudah meminta Polsek Yalimo untuk mengirimkan barang bukti dan pelaku ke Polres Jayawijaya untuk kami tindak,”tegasnya.

Kapolres Jayawijaya juga mengkhawatirkan jika saat ini baru percobaan jalan tembus saja sudah ada yang mencoba untuk memasukan Miras ke daerah ini, apalagi kalau jalan ini sudah dibuka dan bisa dilaui kendaraan umum maka tantangannya akan lebih besar untuk masalah-masalah penyelundupan.

“Kami akan mengintensifkan polsek Apalapsili untuk dapat mengawasi pergerakan kendaraan dari Jayapura ke Yalimo, Sembilan karton Vodka, Manson house hendak dijual di Elelim ini, ditakutkan ke depan modusnya akan lebih besar lagi, kemungkinan akan selundupkan amunisi lewat situ juga,”bebernya. (luc/jo)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *