Papua Butuh Tempat Rehabilitasi Penyalahguna Narkotika

Jaringan Narkoba yang ada di Temanggung Tertangkap

JAYAPURA- Provinsi Papua belum memiliki tempat khusus untuk merehabilitasi para penyalahguna narkoba hingga saat ini. Hal ini menyebabkan proses rehabilitasi untuk menghentikan kecanduan para pengguna tak berjalan optimal.

   Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua AKBP Muhammad Syafei usai pemusnahan barang bukti narkoba selama dua bulan terakhir di Jayapura, Kamis (2/8)

   Dikatakan,  BNN Papua sendiri hanya memberikan kegiatan rehabilitasi rawat jalan bagi 50 penyalahguna narkoba hingga Agustus ini. Sementara bagi pengguna yang harus menjalani rawat inap di Panti Rehabilitasi Narkoba milik BNN di Lido, Bogor.

  “Kami membutuhkan adanya tempat rehabilitasi khusus bagi penyalahguna narkoba di bawah 1 gram, tujuannya agar kegiatan rehabilitasi lebih efektif, ” kata Syafei.

   Dirinya berharap adanya bantuan Pemda setempat, agar menyediakan  satu lahan agar dibangun menjadi tempat rehabilitasi para pecandu narkoba di Papua. “Tidak mungkin kami menangkap semua pengguna, anggaran dari pusat hanya untuk penanganan 10 kasus per tahun. Sementara Lapas Narkotika Doyo di Kabupaten Jayapura sudah melebihi kapasitas,” katanya.

   Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Sefnat B Layan mengungkapkan, hanya 19 dari 641 penyalahguna yang mendapatkan layanan rehabilitasi hingga tahun 2017 lalu.

   Dikatakan, 19 penyalahguna narkoba yang mendapatkan rehabilitasi di fasilitas milik BNN di daerah Makassar, Sulawesi Selatan. Sementara di Provinsi Papua belum memiliki fasilitas tersebut

   “Rata-rata para penyalahguna yang telah mendapatkan rehabilitasi berasal dari keluarga yang mampu, mereka menggunakan biaya sendiri untuk ke Makassar,” jelasnya.

  Lanjut Sefnat, ratusan penyalahguna yang tidak mendapatkan rehabilitasi hanya diberikan perawatan seadanya yang disiapkan BNN Papua, Rumah Sakit Jiwa Abepura atau rawat jalan.(fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *