Melihat Upaya Akselerasi  Pembangunan Kelistrikan di Papua

Yohana/Cepos
Pelepasan mahasiswa/i peserta ekspedisi Papua Terang yang dilaksanakan selama 1-2 bulan oleh Direktur Regional Maluku Papua PT PLN (Persero) Ahmad Rofik, Senin (30/7) lalu.

Kirim 500 Orang Relawan Ekspedisi Papua Terang Untuk Lakukan Survei

PLN Ditargetkan melistriki 1.200 kampung melalui program Papua Terang.  Meski diakui sulit, PLN akan terus mencoba tingkatkan pelayanan dalam hal membangun rasio elektrifikasi di Indonesia Timur.

Laporan: Yohana_Jayapura

Papua terang merupakan salah satu upaya PT. PLN (Persero) dalam meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia Timur, sekaligus melistriki kampung-kampung  yang belum berlistrik. Dalam mewujudkan hal tersebut, tentunya perlu sinergi lintas sektor dan kerja sama dari banyak pihak. Untuk itu, PLN bersama lima perguruan tinggi (UI, ITB, UGM, ITS dan UNCEN), TNI AD dan LAPAN menandatangani perjanjian kerjasama, yang telah diadakan sejak 27 Juli lalu.

   Upaya yang dilakukan PLN ini merupakan wujud nyata dari sinergi lintas sektor demi mewujudkan Papua Terang. Ekspedisi Papua yang dilaksanakan selama 1-2 bulan (Agustus dan September), dengan melakukan ekspedisi langsung di setiap kampung-kampung yang belum berlistrik. PLN  mengajak para mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Indonesia salah satunya Uncen, agar dapat berperan secara langsung melistriki pelosok-pelosok negeri khususnya di Papua.

   Dalam program Papua terang, PLN dibebankan tugas melistriki 1.200 kampung di Papua dan Papua Barat, dengan ketersediaan waktu hanya 2 tahun, yaitu tahun 2018-2019. Dari 1.200 kampung tersebut yang paling banyak ada di wilayah Papua, sedangkan untuk Papua Barat hanya Satu Kabupatena saja yang akan dijajaki PLN yaitu Kabupaten Kaimana.

  Jumlah desa  (kampung) di Papua dan Papua Barat adalah 4.535 kampung  dan terus mengalami pemekaran kampung. Untuk rasio desa berlistrik di Papua dan Papua Barat saat ini adalah 30,39%. Untuk itu, PLN akan terus melistriki desa di Tanah Papua tanpa terkecuali. Sekitar 1.200 kampung  yang akan dilistriki PLN di Papua & Papua Barat pada tahun ini dimana diantaranya adalah 415 kampung  yang akan disurvei oleh peserta Ekspedisi Papua Terang.

  Direktur Regional Maluku Papua PT PLN (Persero) Ahmad Rofik menjelaskan, Total peserta yang mengikuti Ekspedisi Papua Terang ada lebih dari 500 orang yang terdiri dari mahasiswa dari 5 universitas,  pegawai PLN yang menjadi relawan, TNI AD dan LAPAN yang akan disebar ke 415 desa dari 5 posko yang dituju, yaitu: Posko Jayapura, Posko Wamena, Posko Nabire, Posko Timika dan Posko Merauke.

  “Tim Ekspedisi Papua Terang ini akan membantu kami  untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Papua dan menjalankan survei yang mencakup survei data desa, survei potensi energi baru dan terbarukan, serta survei pembangunan sistem kelistrikan desa. Hasil dari kegiatan ini akan menjadi masukan bagi PLN untuk mengakselerasi pembangunan kelistrikan di Papua berdasarkan potensi dan kearifan lokal di masing-masing lokasi,” terangnya.

  Pihaknya akan berusaha di tahun 2019 semua  kampung sudah berlistrik, ini merupakan langka besar yang diambil oleh PLN, diakui Ahmad,  kelistrikan di Papua belum sampai 50 persen dan pihaknya menargetkan dalam 2 tahun dapat melistriki Papua sampai 100 persen.  dengan Kondisi kelistrikan Papua dan Papua Barat saat ini memiliki daya mampu pembangkit sebesar 358,41 MW dengan beban puncak 294,24 MW, transmisi sepanjang 218 km dan gardu induk berkapasitas 144 MVA.

  “Ini program yang cukup besar mau bilang mampu atau tidak mampu, kita harus mencobanya maka itu kami membutuhkan dukungan dari para teman-teman mahasiswa, TNI AD dan LAPAN bahkan kita akan melibatkan unsur-unsur yang lain agar mempercepat program melistriki desa (kampung),” terangnya.

  Jika dilihat dengan tantangan yang PLN hadapi saat ini memang cukup sulit, yang mana sebelumnya dalam melistriki Papua, rata-rata pihaknya melistriki per tahun 20 kampung, sedangkan tahun 2018 ini PLN diminta melistriki 1.200 desa (kampung).

  Ahmad mengakui  sampai sejauh ini pihaknya sudah melistriki 250 lebih desa (kampung) di Papua, dengan target 1.200 jika dilihat dengan kondisi sumberdaya manusia (SDM) PLN yang ada saat ini. Ahmad mengakui sangat sulit memenuhi target tersebut. namun PLN akan terus mengupayakan program Papua terang tersebut harus dituntaskan sesuai target di tahun 2018-2019. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *