Masyarakat Keerom Sesalkan 7 Suku Asli Tidak Libatkan 

Didimus Werare

KEEROM-Masyarakat Keerom sesalkan penyelengaraan festival budaya Keerom, yang tidak melibatkan 7 suku asli di wilayah itu untuk menampilkan budayanya secara mandiri.

“Sebernarnya pesta budaya itu harus dikhususkan bagi orang asli Keerom, tapi ini festival yang hadir bukan masyarakat asli Keerom,”ujar Ketua Dewan Adat Skamto, Didimus Werare di lokasi festival, Lapangan Swakarsa, Keerom, Jumat, (3/8).

Sebenarnya, kata Didimus, dalam festival itu dari 7 suku  itu akan menampilkan budayanya sesuai wilayah adatnya masing – masing.

“Banyak tarian, tapi Pemkab Keerom tidak melihat itu. Kami dewan adat dan ondoafi punya budaya dan banyak keunikan yang belum digali,” ungkapnya.

Contoh dari Distrik Waris membawa tarian dewa dan banyak distrik lagi, tetapi pemerintah mereka bilang dana tidak cukup, namun ia mengaku heran panitia bisa drop barang yang tidak sesuai.

“Kita punya tarian perang adat, tarian air banjir, yang harus mereka tampilkan tetapi Pemkab tidak melihat itu untuk diangkat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menilai, Dinas Pariwisata (Dispar) sebagai panitia tidak melibatkan dewan kesenian dan dewan adat, Dispar jalan sendiri.

“Ini pesta budaya tetapi bukan masyarakat asli yang tampil,” sesalnya.

Bahkan ia berharap ada anak asli Keerom yang menjadi bupati sehingga bisa mengakomodir 7 suku untuk menampilkan budaya mereka sebagai jati diri mereka masing-masing.

“Mungkin anak – anak kita yang jadi bupati baru budaya kita bisa diangkat, ada 7 suku dari tuju wilayah adat, ada dari Web, Towe, Arso dan Saweyamas serta lainya,” ucapnya yang mengku kecewa sambil melihat suasan festival, yang acaranya tidak diisi masyarakat asli.

Sementara itu, salah satu warga Keerom yang tidak  menyebutkan namanya juga mengaku, menyesalkan tindakan panitia yang tidak melibatkan 7 suku di Keerom.

“Acara ini kan acara festival budaya Keerom, jadi ya budaya Keerom yang harus ditonjolkan bukan budaya suku luar seperti sekarang ini, bagaimanapun, budaya Keerom itu yang utama,”pungksnya.(oel/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *