Lagi, Penyelundupan 1,2 Ton Petasan Lewat Jalan Darat ke Jayawijaya Digagalkan

Aparat Kepolisian bersama masyarakat saat melakukan pemeriksaan ribuan petasan yang berusaha diselundupkan dari Jayapura ke Jayawijaya melalui jalur darat Jalan Trans Jayapura- Wamena, Jumat (3/8). (Denny/Cenderawasih Pos) 

WAMENA – Setelah 2500 lebih botol Miras berusaha diselundupkan ke Jayawijaya dan sekotarnya melalui jalan trans Jayapura – Wamena pada Rabu (1/8) dan Kamis (2/8) dan berhasil digagalkan di Yalimo,  Hari ini, kembali ( Jumat 3/8) barang selundupan gagalkan. Sebanyak 1,2 Ton petasan Berbagai jenis kembali diselundupkan dari Jayapura ke Jayawijaya dengan menggunakan 6 unit kendaraan roda 4 dengan melalui jalan Trans Jayapura – yalimo – Wamena  diamankan aparat Polres Jayawijaya saat kendaraan tersebut masuk ke daerah Distrik Wadangku, Kabupaten Jayawijaya.
Kapolres Jayawijaya AKBP, Jan Bernard Reba ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan ribuan petasan yang dikemas dalam kardus dan dimuat pada 6 kendaraan Mitsubishi Strada yang dibawah dari Jajayapura.
“Kita menangkap 6 kendaraan yang membawa petasan ini setelah mendapat laporan dari Polsek Senggi- Kabupaten Keerom kepada Polsek Elelim- Kabupaten Yalimo yang langsung ditindaklanjuti dengan penangkapan,”ungkapnya Jumat (3/8) kemarin.
Dalam penangkapan ini, Kata Kapolres, aparat kepolisian langsung melakukan penghadangan di Distrik Wadangku terhadap kendaraan ini dan telah diamankan di Polres Jayawijaya namun setelah diperiksa isinya adalah petasan yang diselundupkan dari Jayapura ke Wamena,
“Sesuai dengan undang –undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang tentang senjata api dan bahan peledak sehingga petasan ini tak bisa masuk, tujuan membawa petasan ini ke Wamena dan tidak menutup kemungkinan akan dipasarkan ke Tolikara, Lanny Jaya dan Lanny Jaya,”kata Jan Reba.
Menurutnya, dalam amuatan tersebut diketahui petasan namun tidak menutup kemungkinan ada miras yang juga diselundupkan sehingga ia telah memerintahkan anggota untuk melakukan pemeriksaan seluruh muatan dari 6 kendaraan yang memuat petasan tersebut dari Jayapura sehingga tetap polisi akan provisional untuk mengecek barang yang legal dan illegal.
“Ppengecekan ini dilakukan agar kita tidak terkesan arogan dan kita mengambil langkah –langkah karena barang –barang ini memiliki ijin produksi tetapi tak memiliki ijin edar sehingga kita amankan di Polres Jayawijaya,”jelasnya. (jo)

Selengkapnya, baca Cepos edisi 4 agustus 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *