Tak Aksi, Selebaran Dianggap Menipu

(Gamel Cepos)
BATAL AKSI – Suasana  di jembatan Kampwolker Perumnas II Waena yang terlihat aktifitas berjalan seperti biasa  dan tak ada aksi apapun pada Kamis (2/8). Meski tak ada aksi namun  Polisi tetap berjaga-jaga.

JAYAPURA –  Rencana aksi  yang dilakukan oleh United Liberation Movement for West Papua   (ULMWP)  yang di bawah penanggung jawab Buchtar Tabuni pada Kamis (2/8) kemarin batal dilakukan. Hingga pukul 17. 00 WIT tak terlihat tanda-tanda akan dilakukannya penggalangan massa sesuai selebaran  yang disebar. Jika merujuk pada selebaran, tertulis titik kumpul massa untuk wilayah Abepura akan dilakukan di depan Kantor Pos  Abepura sedangkan untuk Waena akan dikumpulkan di Expo Waena.

Namun hingga sore kemarin ternyata tak ada satunya kelompok yang berkumpul dan melakukan aksi.  Yang terlihat hanyalah aparat keamanan yang berjaga-jaga sedari pagi. Aparat berjaga tak hanya di jalur Perumnas III Waena tetapi masuk hingga ke Kampwolker tempat dimana disebutkan akan dijadikan tempat koordinasi aksi.     Petugas keamanan sedari pagi sudah nongkrong di jembatan hingga bagian dalam Kampwolker. Dari rencana aksi ini hingga penempatan apparat keamanan sempat menyebar pesan beranatai melalui Whatsapp untuk menjauhi lokasi Perumnas III Waena karena akan dilakukan pembubaran.

Pesan ini rupanya membuat resah warga yang menerima dan mempertanyakan hal tersebut. “Ada pesan yang  menyampaikan jangan lewat Kampwolker karena aparat mau bubarkan massa, apakah itu benar?,” tanya Romi salah satu pegawai yang tiap hari melintas di jalur alternatif Waena. Terkait aksi ini dalam selebaran yang menyebar berisi seruan untuk meliburkan anak-anak sekolah, perkuliahan dan perkatoran untuk menghormati aksi damai 2 Agustus terkait aksi penolakan Pepera yang dianggap cacat hukum. Selebaran ini ditandatangani oleh Buctar Tabuni  yang statusnya masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolsek Abepura,  AKP Dionisius Helan SIK secara tegas menyampaikan bahwa sesuai perintah Kapolres Jayapura Kota tak boleh ada aksi yang meresahkan masyarakat apalagi tak mengantongi ijin. “Jangan coba-coba kalau tidak mau ditindak. Saya komitmen   untuk menjaga wilayah saya dan taka da toleransi untuk kelompok-kelompok seperti ini,” tegasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *