Pedagang Pasar Youtefa Rebutan Lapak

Takim/Cepos
Terlihat para pedagang yang sedang menjaga lapak yang sudah dibagikan oleh petugas pasar di lahan sementara yang sudah dialokasikan oleh Petugas Pasar Youtefa.

JAYAPURA- Meski sudah dibagikan tempat jualan, tapi masih ada sebagian a pedagang pasar Youtefa mengeluh dan merasa tidak nyaman usai penataan yang dilakukan oleh para petugas Pasar Youtefa pada Rabu (1/8). Dimana hal ini disebabkan ada beberapa pedagang yang lainya merebut lapak yang sudah di bagikan atau ditata oleh para petugas Pasar Youtefa.

   Sebab,  para pedagang ingin berjualan berdekatan dengan teman, keluarga dan suku dan ada juga pedagang lama yang mengaku masih belum mendapatkan tempat. Bahkan, saling ancam antar pedagang juga terjadi dalam perebutan lapak atau tempat jualan ini.

  Dari pantauan Cenderawasih Pos, Kamis (2/8), lokasi lahan parkir yang dijadikan arela tempat jualan ini, belum terlihat aktifitas jualan, namun  yang terlihat sebagaian pedagang  bertahan untuk menjaga lapak yang sudah dibagikan agar tidak direbut pedagang yang lain.

   Salah satu pedagang, Welki mengatakan bahwa, usai ditata oleh petugas pasar para pedagang saling rebutan lapak, dimana ada yang belum dapat dan  ada juga yang memang dengan sengaja ingin mengambil lapak orang lain.

  “Kepala pasar  sudah bagikan  tempat masing-masing, tapi masih ada pedagang yang lain semacam tidak terima dengan cara merebut lapak pedagang yang lain,” ungkap Welki.

   Pihaknya mengakui hal ini juga disebabkan adanya peningkatan  jumlah pedagang usai penataan pasar , yang mengakibatkan ada sebagian  pedagang yang juga merupakan pedagang lama tidak mendapatkan tempat.

   Dia mencontohkan, pedagang pinang yang didata sebelumnya ada  99 orang, tapi saat pembagian tempat jumlahnya menjadi kurang lebih 300 orang sementara lokasi yang disediakan tidak  mencukupi.Para pedagang berharap dalam pembagian lapak jualan oleh petugas pasar tersebut untuk diutamakan pedagang yang sudah lama, karena mereka sudah melakukan pendataan sudah beberapa bulan yang lalu.

  “Bukan berarti tidak menghiraukan yang baru, karena kita pedagang yang lama sudah melakukan beberapa kali pendataan,”katanya.

   Pihaknya berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan pengawasan terhadap pedagang yang kurang tertib tersebut, supaya bisa beraktifitas dengan baik, dimana jika tidak diatasi sampai kapan pun para pedagang tidak akan pernah bisa berjualan dan salah satu jalan keluarnya para pedagang tersebut mengaku akan kembali dirikan lapak di atas got atau drainase kembali.

  “Suka tidak suka kami akan berjualan di atas drainase kembali, karena sudah kurang lebih 1 minggu kami tidak berjualan dengan baik,”lanjutnya.

   Sementara itu Sembiri, pedagang  yang sampai saat ini berjualan dimata jalan,  mengaku tidak akan pindah sebelum pendataan lokasi yang akan ditetapkan para pedagang sementara teralokasi dengan baik dan pihaknya lebih memilih untuk tetap bertahan di mata jalan tersebut.

   “Untuk apa kami mau pindah ke dalam kalo di dalam masih ada pedagang yang berebutan lapak jualan, nanti yang ada tidak jualan hanya baku ribut dengan tempat atau lapak saja,”tegasnya.(kim/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *