Pedagang Keluhkan Penataan Pasar Youtefa

Sejumlah pedagang sedang menunggu pembagian tempat untuk menjual yang disediakan oleh petugas pasar di lokasi Pasar Youtefa  yang dikawal oleh Satpol PP bersama Kepolisian dan juga TNI, Rabu (1/8). (FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA-Pasca penertiban lapak dan kios pedagang di Pasar Youtefa, Rabu (25/7)  pekan lalu, memang para pedagang banyak berjualan di pinggir jalan. Mereka dijanjikan Kepala Pasar Youtefa Jefri Dawir, ST untuk penataan tempat dagangan sementara di areal parkir Pasar Youtefa. Hanya saja, tempat yang disediakan dinilai tidak layak, sehingga banyak dikeluhkan para pedagang.

  Dimana, Kepala Pasar Youtefa  dibantu Satpol PP dan diback up aparat kepolisian, Rabu (1/8) kemarin mulai melakukan pengukuran dan  pembagian  tempat jualan bagi para pedagang yang sebelumnya sempat berjaualn dipinggir jalan pasca penertiban.

  “Kami lakukan pengukuran tempat yang tersedia untuk dibagikan ke setiap pedagang , dimana setiap pedagang nanti akan mendapatkan luas tempat 1 x1 meter persegi supaya semua pedagang   mendapatkan tempat   berjualan di Pasar Youtefa ini,” ungkap Jefri kepada  Cenderawasih Pos di sela pengukuran lahan pasar, Rabu (25/7)

  Akan tetapi penataan tersebut mendapat banyak protes dari para pedagang. Pasalnya, tempat yang akan digunakan sebagai tempat jualan sementara ini, sangat tidak layak. Tidak sesuai informasi yang disampaikan Kepala Pasar saat penertiban pekan kemarin.

   Dimana kondisi tempat tersebut , masih kotor, banyak  bekas sampah-sampah dan juga sisa material bangunan hasil penertiban, sehingga banyak menimbulkan debu. Tidak hanya itu, kondisi tempat jualan di lahan parkir ini, tentu saja seperti lapangan terbuka yang membuat para pedagang kepanasan.

“Kami sangat tidak setuju dengan tempat yang disediakan sementara, sebelum pindah ke pasar baru. Sebab, kondisi tempatnya masih banyak sampah dan juga panas matahari yang begitu menyengat akan membuat semua para pedagang nantinya tidak nyaman dan juga kepanasan,”ungkap Yolanda

  Para pedagang berharap sebelum ditempati, lebih baik ditimbun dulu dan diratakan serta  disediakan atap untuk sebagai atapnya atau juga tenda-tenda supaya para pedagang tidak kepanasan. Karena dengan kondisi seperti saat ini, menurut  pedagang tidak akan nyaman dan juga pasti akan mengeluarkan biaya lagi untuk membuat tempat  peneduh di tempat jualan mereka.

  “Kami mau sebelum digunakan, alangkah baiknya pemerintah kasih rapi dulu lahannya atau ditimbun supaya terlihat rapi dan bersih dan juga sediakan tenda   untuk para  pedagang, atau pemerintah tidak kasian jika  para pedagang kering karena berjualan di panas matahari,”ujarnya.

  Para pedagang mengaku kecewa dimana selama 7 hari pasca penertiban, aktifitas penjualan para pedagang tidak stabil atau kadang tidak berjualan. Dimana hal ini disebabkan oleh kondisi pasar yang berada di mata jalan tersebut yang penuh debu yang mengenai dagangan mereka, sehingga mengakibatkan minat pembeli berkurang.

  “Kalau kami tidak berjualan dengan baik, lalu siapa yang mau kasih makan keluarga, bayar sekolah anak,  dan juga utang-utang kami yang kami harus bayar tiap minggu maupun bulan dan untuk apa kami pindah ke dalam kalau kondisinya sama saja,”tegasnya.(kim/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.