Melihat Antusias Warga Dalam Menyambut Bulan Kemerdekaan di Kota Jayapura

MASIH SEPI. Penjual Bendera Merah Putih, umbul-umbul dan spanduk di daerah Kotaraja, saat menunggu pembeli, Rabu (1/8) kemarin. (FOTO : Priyadi/Cepos)

Surat Edaran Belum Maksimal Dijalankan, Respon Warga Masih Kurang 

Terhitung  mulai  1-31 Agustus 2018,  masyarakat, pemerintah, BUMN/BUMD dan Pelaku Usaha, diwajibkan ikut  menyemarakkan Bulan Kemerdekaan tingkat Kota Jayapura. Dimana Pemkot dalam hal ini Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM telah mengeluarkan surat edaran untuk jelang HUT RI. Lalu bagaimana antusias warga Kota Jayapura saat ini?

Laporan: Priyadi-Jayapura

Mulai   Rabu (1/8) kemarin,  seharusnya wilayah Kota Jayapura, sudah mulai dihiasi dengan bendera merah putih, umbul-umbul, spanduk dan ucapan HUT RI Ke-73, dari masyarakat, pelaku usaha, BUMN/BUMD, paguyuban dna kerukunan.

   Namun dari pantauan Cenderawasih Pos di sekitaran Jayapura hingga Abepura,  warga maupun instansi pemerintah dan swasta, belum maksimal dalam menjalankan surat edaran Wali Kota Jayapura.  Bahkan,  para penjual  bendera, umbul-umbul dan spanduk di jalan masih terlihat masih sepi.

   Memang terhitung tanggal 1- 31 Agustus 2018, dalam surat edaran Wali Kota Jayapura, dalam menyemarakkan HUT RI Ke-73, harusnya semua sudah memasang bendera merah putih, membuat ucapan, melaksanakan kerja bhakti di lingkungan masing-masing, dan menyelenggarakan berbagai lomba-lomba di tingkat kelurahan serta kampung.  Dari pantauan Cenderawasih Pos di lapangan, Rabu (1/8) kemarin, saat ini antusias warga, BUMN/BUMD dan pelaku usaha, masih minim dalam menjalankan surat edaran wali kota. Karena terlihat  belum meriahnya pemasangan  bendera merah putih, umbul-umbul, spanduk dan ucapan.

    Penjual bendera merah putih, umbul-umbul juga masih terlihat santai tidak terlalu banyak melayani pembeli. Hanya saja memang ada yang sudah menjalankan surat edaran wali kota namun masih sedikit.

  Yono warga Entrop mengaku, memang semarak dalam menyemarakkan HUT RI, setiap tahun tidak maksimal. Entah kenapa, walaupun sudah ada surat edaran dari wali kota. Memang terlihat meriah hanya di depan jalan –jalan besar. Namun untuk tingkat kampungnya semakin berkurang, karena antusias masyarakat kurang.

  ‘’Kalau  di daerah dekat jalan besar, pertokoan dan perkantoran memang saat jelang HUT RI banyak yang berpartisipasi. Namun untuk di kampung kurang, ini terlihat tidak banyak warga yang pasang bendera merah putih, umbul-umbul, spanduk dan ucapan,’’akunya.

    Ia juga mengaku, memang  ada imbauan kepala distrik, kelurahan  dan kampung ada, namun dari warganya sendiri belum ada yang sadar.

  Di tempat terpisah,Joni warga Abepura mengaku, sejatinya, semangat menyemarakkan kemerdekaan ini, harus tumbuh dan terpatri pada setiap diri masyarakat Indonesia, untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur merebutkan Kemerdekaan RI. Namun semangat ini kurang dirasakan saat ini.

  Untuk itu, diharapkan peran pemerintah, stokeholder dalam memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, harus terus ditumbuhkan sejak dini, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, nantinya rasa cinta tanah air, bangsa dan negara, akan  terus tumbuh dan dilaksanakan tanpa paksaan.

   Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Ir.Rustan Saru, MM.,mengaku, masyarakat Kota Jayapura harus cinta tanah air NKRI, jangan pada saat ada piala dunia semangat itu, tumbuh dengan sendirinya, dengan memasang bendera negara lain yang disukai  dalam piala dunia. Seharusnya, hal seperti ini juga bisa dilakukan tanpa ada perintah atau imbauan dari pemerintah. (*/tri)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *