Cekcok Dengan Istri, Seorang Pria Nekat Akhiri Hidupnya

Korban YA yang ditemukan gantung diri dalam rumah kos -kosannya di Jalan Gatot Subroto Wamena, kemarin. (Dok Polres Jayawijaya)

WAMENA– Diduga cekcok dengan istrinya, seorang laki -laki berinisial YA nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah kos-kosan milik Irto Palimbu yang terletak di jalan Gatot Subroto Wamena, Kamis (2/8) sekitar pukul 07.45 WIT.

Korban pertama kali ditemukan oleh saksi Luther (27) yang merupakan tetangga kosnya. Saat itu sekitar Pukul 07.00 wit saksi turun dari kosnya dan menuju rumah korban. Saksi memanggil beberapa kali dan menggedor pintu rumah kos korban namun tidak ada jawaban.

Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus bunuh diri tersebut, Dari pengakuan saksi terungkap, bahwa saksi merasa ada yang tidak wajar saat itu, dimana biasanya korban langsung keluar rumah saat dipanggil. Karena tidak ada jawaban,  saksi langsung mengambil kursi dan mengintip dari fentilasi di atas pintu kos dan melihat korban dalam keadaan tergantung di pintu ruang keluarga.

” Setelah melihat korban seperti itu, saksi langsung melaporkan kepada kepolisian dan tak lama kemudian sekitar Pukul 07.45 Wit anggota Polres Jayawijaya tiba di TKP.” ungkap Kapolres Reba  saat ditemui di ruang kerjannya.

Menurutnya, setelah jenazah korban ditemukan Pukul 08.15 Wwit,  istri korban tiba di TKP,  menangis saat melihat korban dalam keadaan tergantung. ” Sebelum terjadinya insiden tersebut, korban sempat bertengkar dengan istri korban pada hari Rabu pagi karena mencurigai bahwa korban selingkuh,”jelas Kapolres

Setelah pertengkaran itu, lanjut Jan Reba, istri korban keluar ke rumah tantenya di Jalan irian dengan membawa anak -anaknya dan meninggalkan korban sendirian dirumah. Merasa tertekan dengan keadaan itu, korban yang sebelumnya mengkonsumsi miras nekat menghabisi dirinya sendiri.

“Tali yang digunakan merupakan tali jemuran yang berada di depan rumah korban. Dan kasus ini murni bunuh diri karena tak ada tanda kekerasan fisik pada tubuh korban,”tuturnya.(jo)

Baca berita selengkapnya di Cepos edisi 3 Juli 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *