528 Warga Ditemukan Terinfeksi TB

Denny/ Cepos
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy Mambieuw, Sp,B dan Kepala Bappeda Petrus Mahuze menerima pencanangan aksi daerah dalam penanggulangan TB dari Asisten II Sekda Jayawijaya, Yohanis Katoleng, di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis, (2/8).

WAMENA–Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya mengklaim ada 528 warga di Jayawijaya yang teridentifikasi Tuberculosis (TB) atau 0,4 persen dari jumlah penduduk di Jayawijaya. Terkait dengan itu, pemerintah melihat perlu dilakukan aksi daerah dalam mengkampanyekan TB kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dr. Willy Mambieuw, Sp,B mengatakan, dari jumlah penduduk 267.334 jiwa berdasarkan data sensus 2016, terdapat 1.197 kasus TB dan yang rill terkena TB melalui hasil tes, 528 orang 0,4 persen.

“Yang rill setelah kita tes ada 528 kasus yang dipastikan TB, artinya masih ada 669 kasus yang belum ditemukan,”ungkapnya kepada wartawan usai rencana aksi daerah penanggulangan TB Jayawijaya, di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis, (2/8).

Menurutnya, hal ini juga sesuai dengan adanya peraturan bupati nomor 22 Tahun 2017 tentang penanggulangan TB di Jayawijaya.

“Ini sudah tertuang dalam Permenkes 82 Tahun 2014 tentang penyakit menular, dimana tanggung jawab itu ada pada pemerintah daerah dan TB adalah salah satu penyakit menular,”jelasnya.

Ia mengakui, penularan TB untuk secara nasional tiap tahun ada 1000 kasus, khusus di Jayawijaya untuk 2017 belum dilakukan pendataan di lapangan, namun tiap tahunya penularan TB ini naik 0,4 di seluruh Indonesia.

“Penularan TB ini sangat cepat, artinya dapat ditularkan melalui udara dari penderitanya kepada orang yang sehat,”kata dr Willy.

Di tempat yang sama, Asisten II Kabupaten Jayawijaya, Yohanis Katoleng saat membacakan sambutan bupati mengatakan, pencanangan rencana aksi daerah penanggulangan TB ini hendaknya menjadi spirit bagi seluruh OPD yang ada, untuk menjadi gerakan bersama menuju Jayawijaya bebas penyakit TBC.

“Melalui pencanangan ini juga saya harap seluruh masyarakat terpanggil untuk terlibat dalam penanggulangan penyakit TBC dan secara bersama menyuarakan perubahan, pengobatan dan pencegahan penyakit TBC di Jayawijaya,”bebernya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *