Tidak Transparan, Guru dan Staf TU SMPN 1 Jayapura Demo Kepsek      

Priyadi/Cepos
UNJUK RASA_Para guru dan staf di SMPN 1 Jayapura saat memperlihatkan spanduk aspirasi unjuk rasa di sekolahnya, terkait ketidakpuasan terhadap kepala sekolah, Selasa (31/7) kemarin.

JAYAPURA-Beberapa guru dan staf Tata Usaha (TU) di SMPN 1 Jayapura, melakukan aksi   unjuk rasa yang ditujukan kepada Kepala SMPN 1 Jayapura Alex Deu, S.Pd.,M.Pd.,yang dianggap tidak transparan. Terutama  dalam penggunaan keuangan di sekolah. Aksi protes dengan membentangkan spanduk, dilakukan di sekolah pagi hari, saat dilaksanakannya Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

Dari tuntutan beberapa guru dan staf TU yang disampaikan lewat  Koordinator Aksi,  Joel Mahulae, S.Pd , menolak dengan tegas kepemimpinan Alex Deu. Mereka meminta pertanggungjawaban keuangan sekolah yang dihimpun dari masyarakat, diantaranya dari  dana PPDB, dana komite,  dana pengayaan, dana koperasi, dan lainny. Termasuk pertanggungjawaban keuangan dari dana sekolah, untuk dana BOS, dana BOSDA,  dan sekolah rujukan serta tuntutan lainnya.

‘’Kita sudah minta waktu untuk mengurus masalah ini bulan lalu, namun sampai sekarang tidak ditepati, maka kita lakukan aksi ini,’’ kata Joel Mahulae.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala SMPN 1 Jayapura Alex Deu, mengaku sangat menyayangkan aksi protes tersebut, karena ini dilakukan menurutnya hanya tiga orang guru saja, dan memprovokasi guru dan staf TU lainnya. Padahal, aspirasi yang sudah mereka buat, nanti akan dijawab semua, usai Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) jam 14.00 WIT.

Namun, karena para guru ini dinilai  tidak ada etika, sehingga langsung melakukan aksi unjuk rasa pada pagi hari saat jam belajar mengajar. Untuk menyelesaikan aksi ini,  terpaksa ada anggota kepolisian Jayapura yang datang  membubarkan unjuk rasa itu.

Sementara itu, untuk meredam permasalahan intern di sekolah. Maka guru, staf TU dan kepala sekolah, pada siang harinya, dikumpulkan di Kantor Dinas P&K Kota Jayapura, untuk bertemu langsung dengan Kepala Dinas P&K Kota Jayapura, Dr.Fachruddin Pasolo, M.Si.

Kadis mengaku, sangat kecewa dengan sikap arogansi oknum guru dan staf TU yang melakukan aksi unjuk rasa di sekolah, pada saat masih berlangsung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Seharusnya, masalah seperti ini, bisa diselesaikan dengan baik, tanpa ada aksi unjuk rasa di saat KBM berlangsung. Aspirasi bisa disampaikan langsung ke Dinas P&K oleh  perwakilan saja, nanti akan ditindak lanjuti.

‘’Kota Jayapura sudah dikatakan sebagai barometer pendidikan di Tanah Papua, kenapa masih ada aksi unjuk rasa di lingkungan  SMPN 1 Jayapura, saya akan selesaikan masalah ini dengan cepat, supaya tidak ada konflik ke depannya, dan ini jangan dicontoh bagi sekolah lainnya di Kota Jayapura,’’tegasnya.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *