Sekda:  Tidak Ada Istilah Uang Damai

Sekretaris Daerah Provinsi Papua,Hery Dosinaen,SIP,MKP ketika berbincang dengan Ketua Tim Rombongan Komisi VII DPR RI usai rapat kordinasi di Aula Sasana Karya Kantor Gubernur, Selasa(31/7). Caption: Humas

Dalam Penyelesaian Sengketa Freeport

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua kini dengan tegas menyampaikan tidak ada istilah pakai uang damai dalam penyelesaian sengketa pembayaran pajak air permukaan dengan PT.Freeport Indonesia.

“Kami tidak mengenal hal itu,tidak ada istilah uang damai dan sebagainya,mungkin dari PT.Freeport Indonesia yang mengatakan itu,”ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Papua,Hery Dosinaen,SIP,MKP ketika ditemui usai melakukan rapat kordinasi dengan Komisi VII DPR RI bersama PT.Freeport Indonesia dan beberapa lembaga lainnya di Aula Kantor Gubernur Papua,Selasa (31/7).

Dijelaskan Sekda, sampai saat ini pihaknya di Pemprov Papua tetap berpatokan pada putusan pengadilan pajak, dan itu sudah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

“Intinya kami tetap mengacu pada putusan pengadilan pajak, dimana  yang mana Freeport harus membayar pajak air permukaan kepada Pemprov Papua sebesar Rp.5,6 triliun lebih pokok plus pajaknya,”terang Sekda.

Menurut Sekda, memang PT.Freeport Indonesia telah mengajukan Peninjaun Kembali (PK) dan putusan Mahkamah Agung (MK) justru Pemprov Papua dikalahkan.

“Yang jelas pajak ini ada skemanya, maka nanti kami akan lihat dan tetap mengacu pada  peraturan daerah tahun 2011 dan atas rekomendasi BPK RI,”terangnya Sekda.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang juga selaku Ketua tim rombongan, Ridwan Hisyam mengaku, siap menindaklanjuti terkait sengketa penyelesaian pembayaran pajak air permukaan yang harus dipenuhi Freeport Indonesia kepada Pemprov Papua.

“Saya sudah luruskan dalam rapat kordinasi ini bahwa tidak ada istilah uang damai dan memang dari Freeport sendiri sudah ada klarifikasi bahwa itu hanya istilah  orang Papua untuk uang damai ini,”ucap Ridwan.(ans/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *