Oktober, PLN Rencana Operasikan PLTMG Gunakan Gas

Direktur Regional Maluku Papua PT PLN (Persero) Ahmad Rofik saat menjelaskan sistem kerja PLTMG Holtekamp kepada anggota Komisi VII DPR RI yang berkunjung ke PLTMG Holtekamp Jayapura, Selasa (31/7) kemarin. (FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Dalam rangka melihat perkembangan kelistrikan di Jayapura, Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan ke PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) di Holtekamp, Selasa (31/7). Direktur Regional Maluku Papua PT PLN (Persero) Ahmad Rofik mengatakan, kunjungan yang dilakukan Komisi VII DPR RI ini ingin melihat perkembangan kelistrikan di Jayapura, kebetulan lokasi tujuan yang dipilih oleh Komisi VII adalah di PLTMG Jayapura.

Diakui Ahmad, untuk pengoperasian PLTMG yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas yang ada di Holtekamp, saat ini masih menggunakan mesin diesel dengan bahan bakar solar dan pihaknya sedang mengupayakan kesiapan untuk menggunakan gas.

“Saat ini tangguh (tempat menampung gas) belum siap karena pengangkutannya harus disiapkan dulu mulai dari pelabuhan.  Rencananya tangguh akan masuk Bulan Oktober. Jika sudah masuk gas di PLTMG, maka efisiensinya akan jauh lebih baik,” kata Ahmad kepada Cenderwasih Pos, Selasa (31/7) kemarin.

Lanjutnya, dari sisi PLN efisiensinya akan lebih baik dan harga produksinya bisa di bawah Rp 1.200 – Rp 1.300/KWH. Sedangkan untuk dampaknya ke masyarakat adalah kehandalan listrik, kecukupan pasokan listrik jadi lebih tinggi, karena pihaknya sudah mencukupi pembangkit dari sisi kapasitas.

Diakui Ahmad, dalam melistriki biaya produksi yang dikeluarkan PLN jauh lebih tinggi dibandingkan dengan biaya jual. Buat PLN ini bukan suatu hal yang jadi konsentrasi PLN. Yang menjadi konsentrasi  PLN adalah bagaimana dapat melistriki semua pelosok negeri. Walaupun biaya produksinya mahal,  pihaknya tetap melistriki semua pelosok negeri.(ana/ary)a tidak menimbulkan asap,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *