Melihat Kesiapan Kontingen Papua Mengikuti Pesparawi Nasional ke-XII di Pontianak

Kontingen Pesparawi Papua saat berlatih teknik vokal dalam rangka mengarungi kompetisi Pesparawi Nasional ke-XII di Pontianak, Kalimantan Barat. (FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

Persiapan Setahun, Target Raih Juara Umum

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional ke-XII di Pontianak telah dibuka resmi. Demikian kompetisi pun telah bergulir. Namun tak ada salahnya jika melihat jauh kesiapan dan persiapan Kontingen Pesparawi Papua dalam ajang ini.

Laporan Gratianus Silas- Cenderawasih Pos dari Pontianak

Satu tahun boleh jadi merupakan perjalanan panjang dari pada Kontingen Pesparawi Papua berlatih dan berlatih lebih keras lagi untuk ajang Pesparawi Nasional ke-XII yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat, mulai 31 Juli hingga 4 Agustus mendatang.

Perjalanan panjang ini tentunya berawal dari satu titik permulaan. Demikian, Kontingen Pesparawi Papua mulai menjaring talenta-talenta dari setiap kompetisi tingkat provinsi yang digelar. Setelah diperolehnya seluruh talenta terbaik dari setiap kategori yang diperlombakan, evaluasi  pun dilakukan. Bukan apa, evaluasi ini dilakukan untuk melihat kelebihan sekaligus kekurangan dari para penyanyi dalam Kontingen Pesparawi Papua.

Alhasil, hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah, terutama bagi para pelatih dan konsultan. Para pelatih berkewajiban melihat apa yang menjadi kekurangan dari tim untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi dengan menambahkan dan memoles lagi teknis vokal yang lebih baik. Sementara konsultan sendiri sengaja disediakan untuk melihat progres tim. Demikian, selain pelatih, konsultan pun memiliki tanggung jawab untuk memberikan masukan sebagai bahan evaluasi para pelatih dan penyanyi dalam Tim Kontingen Pesparawi Papua.

  Jangan salah, sebab yang patut diperhatikan dalam kompetisi yang diarungi ini adalah persoalan teknik bernyanyi. Artinya, dengan segala kekurangan yang ada, bagaimana setiap paduan suara itu harus tumbuh mendapat suatu teknik yang terbaik.

  Selain itu, pembawaan pada musik pun harus dipahami dengan benar, sehingga dapat satu lagu itu dapat dibawakan sesuai dengan jiwa dari musik tersebut. Bicara kompetisi paduan suara bukan hanya bicara suara yang baik, melainkan pula intelejensi yang tinggi, pengertian ilmu yang cukup besar untuk dapat memahami pembawaan musik dan teknik-teknik dalam paduan suara.

“Artinya, kita ini bicara hal yang sangat teknis dalam bernyanyi. Pasalnya, kalau orang awam dengar paduan suara membawa satu lagu, mereka bisa bilang kalau para penyanyi telah membawakan lagu tersebut dengan sangat baik,” jelas Pelatih Kontingen Papua, Aries Sudibyo.

  Nyatanya, masih terdapat berbagai kekurangan yang seharusnya menjadi bahan-bahan evaluasi. Makanya, pelatihlah yang berkewajiban melihat hal ini. Pelatih yang sudah memiliki pengalaman sebagai juri tingkat nasional maupun internasional bisa melihat jauh kekurangan. “Demikian, menjadi seorang pelatih itu bukan sekedar melatih saja. Sebaliknya, pelatih pun harus dapat melihat kualitas para penyanyinya dari kaca mata seorang juri, sehingga evaluasi itu dapat dilakukan untuk mendapat hasil yang memuaskan juga tentunya,” tambahnya.

  Bicara Kontiingen Pesparawi Papua, siapa sangka jikalau mental juara memang sudah menggebu-gebu sejak awal. Hal ini terlihat dari fokus para pelatih, konsultan, hingga para penyanyi yang melihat level dan persaingan di tingkat naisonal yang hendak mereka arungi. Tak ayal, kekuatan dan kelebihan tim-tim dari daerah lain pun dijadikan bahan evaluasi.

  Persaingan dalam tim Pesparawi yang harus digarisbawahi tidak lain diantaranya Maluku, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Khusus Jawa Barat dan Jawa Tengah sebenarnya tidak bisa dijadikan tim underdog, sebaliknya kandidat juara yang mesti diwaspadai. Sebab, di sana terdapat sekolah-sekolah musik dengan level tinggi, serta pula terdapat banyak lulusan musik luar negeri yang tinggal di kedua daerah tersebut. “Jadinya mereka punya ilmu dan pengalaman yang banyak. Sedangkan kita sendiri memiliki potensi suara yang lebih besar. Artinya, mereka memiliki pelatih dan penyanyi yang baik. Sedangkan kita dari Papua sendiri memiliki pelatih yang baik, serta penyanyi yang sangat hebat,” bebernya.

Berangkat dari pontensi yang telah dimiliki, Kontingen Pesparawi Papua mendorong dan terus mendorong lagi pontensi tersebut, sehingga para penyanyinya memjejakkan langkah demi langkah ke level yang lebih tinggi lagi. Demikian Kontingen Pesparawi Papua optimis bisa berbicara banyak di ajang tingkat nasional kali ini.

“Sebab, potensi yang dimiliki, kami upayakan dorong semaksimal mungkin. Penggarapan vokal dan musik juga dilakukan dengan baik. Hal-hal inilah yang kami perhatikan, sebab merupakan hal yang sangatlah penting untuk mendapatkan output yang baik,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *