Di Dallas-AS, Cenderawasih Sangat Dihargai

Yayan Sofyan (kanan) bersama beberapa warga Dallas, Amerika menyaksikan beberapa tampilan gambar burung Cenderawasih di Perot Museum of Nature and Science beberapa waktu lalu. Ia menyebut jika Burung Cenderawasih cukup dikenali di Amerika dan sangat dihormati.

JAYAPURA – Cerita menarik soal burung Cenderawasih diungkapkan salah satu mahasiswa asal Papua yang kuliah di Dallas, Amerika Serikat, Yayan Sofyan. Ia menyebut ada pemandangan atau perlakuan yang berbeda antara Papua dan Dallas terkait species burung dilindungi ini. Dikatakan jika di Papua Cenderawasih banyak diburu lalu diawetkan atau dijadikan sebuah hiasan di kepala namun tidak demikian di Dallas- AS. Di sana, cerita tentang Burung Cenderawasih disampaikan dengan cara mengedukasi tanpa harus menangkap satwanya.

Kata Yayan, masyarakat di Amerika khususnya yang tinggal di Dallas bisa mengetahui banyak hal soal Burung Cenderawasih dari Perot Museum of Nature and Science. Museum ini  berisi banyak gambar dan video tentang si burung sorga.  “Bahkan di cover depannya dipajang jenis burung Cenderawasih jenis Riflebird atau Ptiloris paradiseus yang sangat besar,” kata Yayan yang baru kembali dari Dallas pekan kemarin. Sementara yang tersaji di bagian dalamnya adalah berbagai macam gambar burung Cenderawasih plus video visualnya.

Hanya dikatakan dalam Perot Museum ini tak ada pemandu karena penjelasan yang dibutuhkan pengunjung sudah lengkap. “Jadi seperti kami tour wisata sendiri, tak perlu bertanya karena semua jawaban sudah disiapkan, tinggal dibaca saja,” bebernya. Ia membenarkan jika Burung Cenderawasih di Dallas sangat dihormati. Itu lantaran masuk dalam status Sitex Appendix II atau dilindungi. Tak hanya di tunjukkan di museum, ada juga pengusaha biskuit yang menjual biskuit kaleng namun semua kalengnya bergambar burung Cenderawasih.

“Jadi pengusaha ini juga membuka kedai sendiri, jadi ada yang bisa makan ditempat namun ada juga yang minta diantar juga tapi semua kaleng biskuitnya bergambar Cenderawasih. Saya melihat mereka sangat mengapresiasi soal Cenderawasih, mereka paham soal isu populasi dan ancaman kepunahan,” imbuhnya. “Saya pikir ketika orang dari luar peduli maka seharusnya kita lebih peduli,” pungkas Yayan. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *