Berharap Efek Jera Bagi Pelaku

Takim/Cepos
Kepala Balai Karantina pertanian kelas 1 Jayapura bersama anggotanya melakukan Pemusnahan terhadap Media Pembawa HPHK yang merupakan hasil penahanan

JAYAPURA- Kepala Balai karantina pertanian kelas 1 Jayapura melakukan pemusnahan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) yang berhasil diamankan saat  dibawa masuk lewat pelabuhan maupun melalui Kantor Pos serta  Bandara  Sentani.

  Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura, Muhlis Natsir mengatakan bahwa Kegiatan pemusnahan media pembawa HPHK dan OPTK ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada pelaku usaha yang tidak taat dan tidak mau melaporkan kegiatan usahanya atau kegiatan melalulintaskan media pembawa HPHK dan OPTK ke Jayapura dan keluar Jayapura.

  “Dengan dilakukannya pemusnahan ini kami berharap para pelaku ada efek jeranya dan tidak akan melakukan penyelundupan lagi,” ungkap Muhllis ke Cenderawasih Pos usai pemusnahan di Kotaraja, Rabu (1/8).

  Adapun media yang dimusnahkan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura yakni, 1 paket bibit tanaman hias sebanyak 7 gram dan 2 benih bunga sebanyak 13 gram, 1 paket bibit tanaman buah yang berasal dari cina sebanyak 100 gram, 1 paket benih jagung manis sebanyak 10 gram, 1 benih cabe 10 gram, ayam kampung 2 ekor, biawak bunga tanjung Papua 1 ekor (sudah mati) dan 3 paket benih tanaman buah 100 gram.

  Untuk peroses pemusnahan dilakukan dengan cara euthanasi/suntik dengan memperhatikan kesejahteraan hewan dan bangkainya dibakar. Untuk memberikan efek jera, selain tindakan pemusnahan, pihaknya juga akan melkaukan tindakan tegas bagi para pelaku bila kedaptan mengulangi perbuatannya.   Dimana pelaku bakal dijerat dengan pasal 31 UU No 16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan.

  “Kalau  ada masyarakat yang didapat keseringan melakuan penyelundupan barang ini maka kami akan memproses,”ujarnya. (kim/tri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *