Tiga Mantan Tokoh Papua Diabadikan Namanya Menjadi Nama Lanud oleh Mabes TNI AU (Bagian-3/habis)

Tampak personel TNI AU memegang bendara satuan (pataka) yang baru pada acara peresmian pergantian 8 nama Lanud di Apron Hanggar Lanud Manuhua, pekan lalu. Salah satunya adalah Lanud Jayapura yang berganti nama menjadi Lanud Silas Papare.

Silas Papare Dirikan Partai Kemerdekaan Indonesia dan Badan Perjuangan Irian

Nama  Silas Papare memang sudah tidak asing lagi kedengaran. Tokoh asal Papua ini adalah yang  pertama diangkat jadi pahlawan Nasional pada Tahun 1993.  Namanya telah diabadikan oleh negara karena jasa-jasannya terhadap bangsa ini. Bahkan   Mabes TNI AU juga mengabadikan namanya menjadi Lanud Silas Papare.

Laporan: FIKTOR PALEMBANGAN, Biak

LANUD Silas Papare, itulah nama baru Lanud Jayapura. Perubahan atau pergantian nama Lanud Jayapura menjadi Lanud Silas Papare diresmikan langsung oleh KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna bersama tujuh Lanud lainnya di Apron Hanggar Lanud Manuhua, pekan lalu.

Peresmian perubahan nama menjadi Lanud Silas Papare ditandai dengan pendatanganan batu prasasti dan penyerahan bendera (pataka) sebagai lambang satuan oleh KSAU.

Silas Papare merupakan Pahlawan Nasional. Beliau adalah putra asli Serui (saat ini Kabupaten Kepulauan Yapen) Tanah Papua. Ia merupakan putra asli Papua pertama yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Penganugerahannya sebagai pahlawan nasional 14 September 1993 dengan SK Presiden : Keppres No.077/TK/1993.

            Seperti halnya dengan Johannes Abraham Dimara, gelar Pahlawan Nasional bagi Silas Papare tentunya tidak diberikan begitu saja. Melihat jasanya terhadap negara selama perjalanan hidupnya tentu sangat tepat jika negara mengabadikan namanya sebagai Pahlawan Nasional.

            Berbagai perjuangan yang dilakukan semasa hidupnya, memperlihatkan kalau sosok Silas Papare adalah sosok tangguh dan kokoh dalam perjuangan. Bagaimana tidak, perjuangan semasa hidup membuatnya sering kali berurusan dengan Belanda di Papua waktu itu.

Dengan pendirian yang kokoh dan perjuangan untuk kepentingan bangsa dan negara, maka saat itu putra terbaik dari Serui ini berusaha mempengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak pada Belanda yang berujung ia dipenjara di Jayapura.

            Dipenjara Jayapura, Silas Papare berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi (Pahlawan Nasional dari Sulawesi Utara). Bersama dengan Dr. Sam Ratulangi membuat Silas Papare yakin bahwa Papua tak terpisahkan dari Indonesia.

Kegigihannya dalam berjuang juga dibuktikan ketika ia mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian.Tak hanya mendirikan Partai Kemderkaan Indonesia Irian, Silas Papare juga membentuk Badan Perjuangan Irian yang berjuang keras memasukan wilayah Irian Barat (terakhir berubah nama jadi Irian Jaya dan Papua) ke dalam bingkaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan melihat sepak terjang perjuangannya, Silas Papare saat itu ditunjuk sebagai delegasi Indonesia dalam perjanjian New York pada 15 Agustus 1962 yang mengakhiri perseturuan antara Indonesia dan Belanda perihal Irian Barat. Perjanjian itu ditindaklanjuti dengan Penetuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969 dimana rakyat Irian Barat memilih bergabung dengan NKRI.

            Silas Papare lahir di Serui Papua, 18 Desember 1918  dan wafat 7 Maret 1978 dan dimakamkan di Serui. Kegigihan perjalanan perjuangan Silas Papare di atas merupakan salah satu bentuk bukti sejarah yang akan memotivasi generasi muda sebagai generasi penerus untuk melanjutkan pembangunan di Tanah Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya.

            “Semasa hidupnya bapak (Silas Papare) tidak banyak menuntut, beliau memperlihatkan sikap kesederhanaan pada anak-anaknya. Semangat dan motivasi perjuangan itu yang bapak sampaikan, beliau berpesan jangan tertalu banyak menuntut sama negara, namun bertanyalah pada diri sendiri apa yang anda buat untuk negara dan untuk orang banyak,” ujar Musa Papare, anak kesembilan dari Silas Papare kepada Cenderawasih Pos.

            Menurut Musa Papare, almarhum bapaknya Silas Papare juga berpesan supaya meneruskan perjuangannya itu dengan terus memacu pembangunan di Provinsi Papua khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Jangan sanjung namaku, tapi teruskanlah perjuangan yang telah kami lakukan untuk kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan apa yang diperjuangkan oleh bapak menjadi motivasi bagi generasi penerus pembangunan di Tanah Papua khususnya dan Indonesia umumnya,” tandas Musa Papare mengutip apa yang dipesankan oleh sang ayahnya itu.

                Sekadar diketahui bahwa perubahan Lanud Jayapura menjadi Lanud Silas Papare juga disertai dengan perubahan statusnya dari Lanud Tipe B meningkat menjadi Lanud Tipe A. Dengan begitu maka jabatan Komandan Lanud Silas Papare Jayapura juga berubah dari perwira menengah berpangkat Kolonel menjadi perwira tinggi berpangkat Marsekal Pertama (Marsma) atau jenderal bintang satu.

                Selain Lanud Silas Papare Jayapura, di wilayah Papua Lanud yang juga naik tipe menjadi Tipe A adalah Lanud  Manuhua Biak. Juga disebut-sebut kedua Lanud yang dipimpin langsung oleh jenderal berbintang satu ini disebut-sebut bakal diback up dengan skuadron TNI AU (skuadron angkut, tempur dan pesawat tanpa awak).(*)

1 thought on “Tiga Mantan Tokoh Papua Diabadikan Namanya Menjadi Nama Lanud oleh Mabes TNI AU (Bagian-3/habis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *