Judi Dadu Makin Meresahkan Warga

Denny/ Cepos
Sejumlah warga saat melakukan praktek judi dadu di Sinakma, Kelurahan Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Kondisi ini membuat warga sekitar Pasar Sinakma resah.

WAMENA–Sudah satu bulan ini aktivitas judi dadu di Pasar Sinakma, Kelurahan Wamena Kota, Distrik Wamena berlangsung.  Warga yang berada di sekitar pasar tersebut merasa terganggu dan resah dengan aktivitas tersebut yang setiap hari dilakukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Sejumlah warga yang ditemui wartawan di Sinakma mengaku, selama satu bulan ini tidak nyaman dan merasa terganggu dengan aktivitas tersebut. Yang menjadi kekhawatiran warga adalah warga yang bermain judi disertai dengan senjata tajam. Bisa saja, akibat miss komunikasi sehingga saling adu jotos dan berakhir dengan korban jiwa. Terkait hal ini, menurut warga sudah dilaporkan ke Polres Jayawijaya hanya saja hingga saat ini belum juga ditindaklanjuti.

“Kami sudah laporkan sebanyak 4 kali ke polisi, tapi polisi jawab bahwa mereka kekurangan personel,”ungkap salah satu warga yang enggan namanya disebut saat ditemui di Sinakma, Senin, (30/7).

Dari pantauan Cenderawasih Pos, tempat bermain judi ini awalnya berada di pangkalan ojek yang berada di depan Pasar Sinakma, lalu berpindah lagi di salah satu jalan yang berada tak jauh dari Sinakma.

Kian hari, jumlah orang yang datang bermain judi ini semakin banyak. Setiap harinya, permainan yang dilarang pemerintah ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIT dan berakhir sekitar pukul 1.00 WIT dini hari.

Warga yang berada di sekitar berharap polisi segera turun menertibkan aktivitas judi tersebut karena sangat menganggu kenyamanan dan aktivitas mereka.

Ketua Pemberantasan Anti Miras dan Narkoba Jayawijaya, Theo Hesegem mengungkapkan, aparat kepolisian wajib hukumnya bertanggungjawab atas keamanan di Jayawijaya, baik pertiban Miras, maupun aktivitas judi di Jayawijaya.

“Soal warga yang lapor lalu polisi jawab kekurangan personel, sebenarnya soal penegakan hukum itu polisi wajib hukumnya untuk turun,” tegas Hesegem.

Tidak hanya itu, kata Hesegem banyak kasus yang belum dituntaskan oleh kepolisian sehingga harus segera diselesaikan. Selain itu, untuk Kamtibmas di Jayawijaya, tidak hanya menjadi tanggungjawab polisi, namun semua pihak harus turut serta.

Ketua FKUB Jayawijaya, Esmon Walilo mengharapkan, aktivitas judi terutama di Pasar Sinakma itu harus dibubarkan oleh aparat kepolisian sebab aktivitas tersebut berdampak pada kenyamanan dan keamanan masyarakat di sana.

“Kami sudah laporkan hal ini kepada Kapolda Papua, terutama aktivitas judi di Sinakma,” tegas Walilo.

FKUB sendiri telah mendapatkan informasi adanya pembiaran yang dilakukan oleh oknum aparat sehingga mereka meminta kepada Kapolda untuk menyikapi persoalan ini.

Dia berharap kepolisian segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, sebab bila dibiarkan akan berdampak negatif. Bisa saja melahirkan persoalan lain, seperti terjadinya kasus pencurian dan masalah lainnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *