Mengintip  Kondisi Penghuni Rumah Tahanan Polres Jayapura Kota

Tim medis dari Poliklinik Polres Jayapura saat melakukan pemeriksaan terhadap tahanan di Mapolres Jayapura Kota, Jumat (27/7) kemarin.( FOTO : Elfira/Cepos)

Dihuni 74  Orang Pria dan Wanita, Hak-haknya Tetap Jadi Perhatian

Membosankan? Mungkin itu yang kerap dirasakan para tahanan di Mapolres Jayapura Kota, namun bagaimana cara menghilangkan rasa bosan dan sistem pelayanan dalam Tahanan Polres Jayapura Kota itu ?

Laporan: Elfira_Jayapura

Menghabiskan waktu di rumah tahanan Polres Jayapura Kota dengan berbagai keterbatasan yang ada, tentu saja  menjadi hal yang sangat membosankan. Hal inilah yang mungkin dirasakan para tahanan, sembari menunggu proses penyidikan dan  pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Jayapura.

    Cenderawasih Pos pada Jumat (20/7) kemarin berkesempatan melihat aktivitas para penghuni Tahanan Mapolres Jayapura yang berjumlah sebanyak 74 orang. Saat itu, satu per satu penghuni rumah tahanan ini  mendapatkan perawatan kesehatan dari Poliklinik Polres Jayapura Kota.

   Setiap tahanan pria maupun  wanita diperiksa kesehatannya. Sambil  menunggu antrean, mereka terlihat asyik mengobrol antara satu dan lainnya. Mungkin,  dengan cara mengobrol itulah, jadi  salah satu cara menghilangkan kejenuhan saat berada dalam tahanan.

   Paur Kes Poliklinik Polres Jayapura Kota, Ipda Zainudin Ashari menyebutkan pemeriksaan kesehatan sendiri perlu didapatkan para tahanan. Sebab, mereka juga manusia yang perlu diperhatikan kesehatannya.

   Dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada Jumat (20/7) pagi, Ipda Zainudin Ashari menngambil foto gigi para tahanan. Dengan tujuan sebagai data base untuk di kemudian hari.

  “Foto gigi kami lakukan sebagai proses identifikasi ke depan, dalam artian ketika ada orang hilang dan mereka  pernah ditahan di Mapolres Jayapura maka itu akan mempermudah proses indentifikasi kedepannya,” ungkap Zainudin  usai melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para tahanan.

   Tak hanya mendapatkan perawatan kesehatan, namun  74 tahanan yang terdiri dari 61 tahanan laki-laki dan sebanyak 13 orang tahanan perempuan itu juga kerap melakukan olahraga, mendapatkan jam besuk pada jam-jam tertentu, menjalankan waktu ibadah sesuai dengan keyakinan yang dianutnya dalam Tahanan Mapolres serta mendapatkan jatah makan sebanyak 2 kali dalam sehari.

   Kasat Tahti Polres Jayapura Kota, Ipda Yuli Sutrisno menyebutkan untuk jatah makanan sendiri dalam sehari diberikan dua kali makan, yakni pagi dan sore. Berolahraga seminggu sekali di halaman Mapolres Jayapura Kota serta mendapatkan jam besuk pada hari-hari tertentu dengan jadwal yang telah ditentukan.

  “Waktu besuk untuk tahanan umum dibesuk pada Selasa pukul 09.00 WIT  hingga pukul 11.00 WIT, tahanan Narkoba dengan waktu besuk Rabu pukul 09.00 WIT hingga pukul 11.00 WIT dan Minggu adalah pelayanan ibadah bagi mereka yang beragama Kristiani, sedang bagi mereka yang muslim  akan kami panggilkan Ustadz,” ungkap pria yang belum lama   menjabat sebagai Kasat Tahti Polres Jayapura Kota.

   Terkait dengan sarana lainnya, seperti kamar mandi bagi para tahanan, kata Yuli, terletak dalam ruang tahanan. Termasuk terdapat blok-blok  di dalamnya, di mana untuk blok perempuan ditempatkan di atas, sedang blok untuk laki-laki berada di bawah. Sementara ruang titipan dipisahkan juga sendiri.

   Untuk sistem pelayanan sendiri, sudah tentu sesuai dengan SOP mulai dari jam besuk, pelayanan kesehatan, makanan bagi para tahanan sendiri hingga barang-barang yang diperbolehkan masuk dengan yang tidak diperbolehkan masuk.

   “Hp, ikat pinggang, silet, korek api, gunting itu saya tidak izinkan masuk. Hal ini, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.(*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *