Bantuan Keagamaan Tidak Boleh Lebih dari Rp 500 Juta

Denny/ Cepos
 Sekda Jayawijaya Yohanes Walilo saat meresmikan rumah pastori GKII Efrata Wamena, Sabtu, (28/7).

WAMENA-Rasionalisasi anggaran untuk bantuan keagamaan dari Pemkab Jayawijaya tidak boleh lebih dari Rp 500 juta. Pemkab hanya bisa membantu menyelesaikan, bukan untuk membangun seluruhnya rumah ibadah tersebut.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo mengakui, aturan yang saat ini diterapkan, apabila membantu rumah ibadah dan sekolah, itu tidak boleh lagi lebih dari Rp 500 juta, jika hal ini ditemukan melebihi dari peruntukannya akan mengarah pada penyalahgunaan keuangan.

“Memang tidak boleh lagi pemerintah membantu hingga di atas Rp 500 juta, tetapi kalau di bawah itu tidak masalah,”ungkapnya usai meresmikan rumah Pastori GKII Efrata Wamena, Sabtu, (28/7).

Dengan ketentuan ini, menurut Walilo, untuk bantuan keagamaan dari dana Otsus yang dulunya bisa anggarkan Rp 10 miliar untuk membantu rumah ibadah, sekarang tidak boleh, afirmasi dari Otsus saat ini untuk bantuan keagamaan itu paling tinggi Rp 8 miliar.

“Tidak boleh pemerintah menganggarkan lebih dari Rp 8 miliar, kalau lebih maka kita akan dievalusi dan diminta untuk dikurangi, sehingga bagaimanapun caranya kita harus membagi rata,”jelasnya.

Dikatakan, bagi rumah ibadah yang meminta bantuan dari pemerintah lewat proposal, itu harus diserahkan setahun sebelumnya, dasar proposal itu saat pemerintah dan DPRD membahas anggaran maka dimasukkan, dan mana yang akan dibantu pemerintah daerah.

“Sebelum menentukan bantuan itu, Pemkab membentuk satu tim untuk turun mengecek rumah ibadah yang meminta bantuan pemerintah, lokasi yang dibangun baru mau dikerjakan atau sudah sementara dibangun,”kata Sekda.

Ketentuannya, kalau mulai pembangunan pemerintah tidak akan membantu, tapi kalau sementara membangun pasti pemerintah akan membantu, Pemkab sifatnya hanya membantu menyelesaikan bangunan itu, bukan membangun seluruhnya sebab ini merupakan ketentuan dari Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *