Tiga Mantan Tokoh Papua Diabadikan Namanya Menjadi Nama Lanud oleh Mabes TNI AU (Bagian-1)

KSAU Marsekal Yuyu Sutisna didampingi anak-anak almarhum Yohanes Kapiyau (Fransikus Kapiyau dan Petrus Kapiyau) saat menandatangani prasasti pergantian nama Lanud Timika menjadi Lanud Yohanes Kapiyau di  Apron Hanggar Lanud Manuhua Biak, Kamis (26/7). (FOTO : FIKTOR PALEMBANGAN/CENDERAWASIH POS)

Yohanis Kapiyau, Tokoh Papua yang Terlibat Langsung dalam Pepera

Dalam kunjungan kerjanya ke Biak Numfor selama dua hari, KSAU Marsekal Yuyu Sutisna meresmikan pergantian nama delapan (8) Lanud yang ada di Indonesia. Tiga nama mantan tokoh Papua dijadikan sebagai nama Lanud yang ada di wilayah Papua. Ketiganya adalah Yohanis Kapiyau, Silas Papare dan Johannes Abraham Dimara.  Siapa-siapa mereka dan apa alasan Mabes TNI AU mengabadikan namanya?

Laporan: FIKTOR PALEMBANGAN, Biak

MARKAS Besar (Mabes) TNI AU Tahun 2018 ini melakukan sejumlah pergantian nama Lanud. Pergatian nama-nama Lanud itu lebih memperhatikan kearifan lokal tokoh setempat, nama-nama tokoh yang dinilai telah berjasah dalam perjuangan tanah air Indonesia selama ini menjadi perhatian  khusus.

            Di wilayah Papua misalnya, ada tiga Lanud yang berganti nama dengan menggunakan nama tokoh setempat. Peresmian pergantian nama tiga Lanud di Papua dilakukan bersamaan dengan 5 Lanud lainnya yang ada di wilayah Timur dan Tengah Indonesia. Tiga tokoh asal Papua yang diabadikan namanya di lingkungan TNI AU itu karena dinilai memiliki jasa yang cukup besar terhadap bangsa ini.

            Yohanes Kapiyau, salah satu dari tiga tokoh Papua yang diabadikan namanya  menggantikan nama Lanud Timika. Saat ini Lanud Timika telah berganti nama menjadi Lanud Yohanes Kapiyau.  Pergantian nama Lanud Timika menjadi Lanud Yohanes Kapiyau diresmikan langsung oleh KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna bersama dengan 7 Lanud lainnya.

Nama Yohanes Kapiyau tidak setenar dengan nama Silas Papare dan Abraham Johannes Dimara. Lantas siapa almarhum Yohanes Kapiyau itu hingga namanya juga ikut diabadikan oleh TNI AU?

Bapak 10 orang anak ini adalah masyarakat sipil, meninggal pada 3 Desember 2011 lalu. Almarhum hanyalah seorang guru yang sudah bertugas di wilayah Papua dan Papua Barat semasa hidupnya.

Timika, Paniai, Fakfak dan Sorong adalah tempat tugas almarhum selama mengabdi sebagai pendidik (guru) di sejumlah sekolah.

            Almarhum lahir di salah satu wilayah pedalaman Timika yakni di Kampung Baru, Kokonao, Distrik Mimika 3 Juli 1932.  Selanjutnya, mengenyam pendidikan dari bawah melalui sekolah rakyat di Merauke Tahun 1946. Setelah itu melanjutkan pendidikan di sekolah guru rendah hingga Tahun 1954 di Fakfak.

Selain guru, almarhum juga pada tahun 1963 – 1967 pernah menjadi anggota DPR-GR dari Provinsi Irian Barat. Meski hanya sebagai warga sipil (guru), namun pada Tahun 1969, almarhum juga adalah salah satu tokoh yang terlibat langsung dalam Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Irian Barat sebagai tonggak kembalinya Irian Barat ke Indonesia.

Karena jasa-jasanya turut serta mencerdaskan anak bangsa melalui profesinya sebagai guru dan keterlibatannya di berbagai kegiatan, akhirnya Presiden Soeharto saat itu memberikan perhatian khusus. Buktinya, pada 1973 Yohanes Kapiyau diangkat sebagai Kepala Suku Umum Mimika oleh Presiden Soeharto.

            Tak sampai diangkat sebagai Kepala Suku Umum Timika waktu itu, namun Presiden Soeharto juga menghargai jasa-jasa Yohanes Kapiyau dengan memberikan penghargaan Bintang Kehormatan dan Bintang Satya Lencana Pepera Tahun 1976.

            “Pergantian nama Lanud dengan mengabadikan nama-nama tokoh yang sudah berjasa besar atas bangsa ini tentunya suatu keharusan. Kami di Mabes TNI AU sebelumnya sudah mebahas ini dan disepakati sejumlah Lanud diganti namanya dengan memperhatikan kearifan lokal. Inilah salah satu bentuk penghargaan negara kepada mereka yang berjuang untuk bangsa ini,” ujar KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna kepada wartawan usai melakukan peresmian pergantian sejumlah nama Lanud di Apron Hanggar Lanud Manuhua Biak.

            Sementara itu  salah satu putra almarhum, Yohanis Kapiyau yang diundang sebagai ahli waris dalam peresmian dan penandatanganan batu prasasti nama Lanud Yohanes Kapiyau mengaku cukup bangga ayahnya diabadikan sebagai salah satu tokoh berjasa bagi negara.

            “Kami sangat terharu, orang tua bisa diabadikan namanya di jajaran TNI AU menjadi nama sebuah Lanud, yakni Lanud Yohanes Kapiyau Timika. Ini tidak gampang dan kami harapkan menjadi motivasi untuk lebih mau dan berkarya ke depan,” tandasnya yang juga ikut didampingi adeknya Fransiskus Kapiyau kepada Cenderawasih Pos.

            Lalu bagaimana dengan keluarga dan anak-anak almarhum Yohanes Kapiyau saat ini? Petrus Kapiyau menyatakan bahwa semua hidupnya cukup sederhana, ada yang PNS dan ada juga yang tidak kerja. Untuk itu, harapan mereka, ke depan ada perhatian dari negara terhadap anak cucu almarhum.

            “Kami harapkan kedepan ada perhatian ke keluarga kami, ya diberikan kemudahan kalau ada penerimaan, ya salah satunya di TNI AU ini,” katanya yang mengaku belum ada keluarganya masuk sebagai anggota TNI/Polri.  Lalu bagaimana biodata singkat Silas Papare dan Johannes Abraham Dimara hingga diabadikan namanya jadi nama Lanud dijajaran TNI AU ? Ikuti edisi berikutnya. (bersambung)

 

[wdi_feed id=”1″]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *