Stand Pameran Papua Diserbu Pengunjung

SELFIE- Antusiasme penjungunjung pameran kebudayaan dalam rangkaian Pesparawi Nasional ke-XII di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (28/7) siang ini.

PONTIANAK- Puluhan bahkan ratusan pengunjung pameran kebudayaan dalam rangkaian kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, berbondong-bondong mengunjungi stand pameran milik Provinsi Papua.

Selang beberapa saat dibukanya pameran, para pengunjung sontak menyerbu stand pameran milik Provinsi Papua. Sebut saja, mulai dari pejabat pemerintahan, Pangdam, serta masyarakat setempat.
Bahkan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia begitu antusias mengunjungi stand pameran yang memamerkan kain batik, ikat kepala, hingga pernak-pernik yang semuanya berciri khas Papua.

“Stand pameran Provinsi Papua ini sangat oke banget. Mulai dari pakaian tradisional, dalam hal ini batik dengan motif cenderawasih dan tifa, memiliki ciri khas tersendiri, berbeda dengan daerah-daerah lain. Hal ini tentu menambah nuansa etnik pada pameran saat ini,” ungkap Rince Kase, salah seorang wisatawan pengunjung dari Nusa Tenggara Timur.

Saking tingginya antusiasme para pengunjung, bahkan tidak sedikit pula yang terlihat mengantre panjang hanya karena ingin berfoto dengan mengenakan pakaian adat, serta pernak-pernik khas Papua, seperti halnya selendang motif batik Papua dan ikat kepala.

“Melihat stand pameran dari Papua di Kalimantan Barat, yang mana dalam rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional ke-XII, tentunya sangat membanggakan sekali. Pasalnya, dari 34 Provinsi yang hadir di sini, Provinsi Papua merupakan salah satunya,” Richard Safkaur, GM PLN Kalimantan Barat, yang juga merupakan putra asli Sorong.

Pemerintah Provinsi Papua dinilai mendukung penuh masyarakat Papua melalui kegiatan Pesparawi, yakni kegiatan Gerejawi yang dilakukan secara nasional.

“Adanya stand pameran dari Papua di sini menjadi momentum bagi Papua untuk memamerkan keunggulan daerahnya. Artinya, mempromosikan keunikan-keunikan yang dimiliki Papua, dari wilayah pesisir hingga ke wilayah pegunungan,” tambahnya.

Hal serupa yang juga terlihat dari pameran itu ialah kerajinan-kerajinan hasil pemberdayaan terhadap masyarakat Papua, baik yang dilakukan oleh pemerintah, BUMN, BUMD, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). (gra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *