OPD Dilarang Buat Proyek Tambahan

Priyadi/Cepos
Ir. H. Rustan Saru, MM

JAYAPURA-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Jayapura yang realisasi program fisik dan penyerapan angggarannya masih rendah atau belum maksimal, diwarning untuk tidak membuat program tambahan atau perubahan pada APBD Perubahan Tahun 2018.

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan, warning ini diberikan agar OPD yang belum maksimal melaksanakan program kerjanya bisa lebih fokus dalam menjalankan programnya yang ada dalam DPA tanpa harus menambah atau merubah program.

“Saya minta OPD yang belum maksimal dalam realisasi program fisik dan penyerapan anggaran harus fokus dan selesaikan program yang sudah ada dulu,” kata Rustan Saru saat memberikan arahan pada kegiatan monitorng meja triwulan II tahun 2018 di aula Sian Soor kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (25/7) lalu.

Rustan Saru berharap semua dana yang digunakan untuk program fisik baik dari sumber Dana Alokasi Khusus (DAK), Otsus, dan APBD, semua harus terserap dengan maksimal.

“Pekerjaan fisik yang sudah dilaksanakan harus dibayar, jangan uangnya disimpan. Nanti saya akan cek ke PPK dan bendahara, kenapa ini dilakukan,” tegasnya.

Saat ini menurut Rustan Saru, masih banyak OPD bekerja belum sesuai harapan. Sebab dari segi realisasi fisik, banyak yang belum mencapai 50 persen. Apalagi penyerapan anggaran menurutnya, masih sedikit yang bisa menyerap 50 persen.

Untuk itu, Rustan Saru meminta kepada OPD agar tidak melakukan permainan dalam menggunakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Sebab emua yang sudah tertuang harus dikerjakan dengan baik. “Jangan anggap DPA bisa diubah-ubah oleh OPD,” tutupnya.(dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.