Komisioner KPU Provinsi Mengaku Diusir

Saat Pleno Penghitungan Suara Pilkada Paniai yang Mulai Digelar Kemarin

JAYAPURA-Setelah dilakukan pemungutan suara susulan pada 25 Juli 2018 lalu di Kabupaten  Paniai, selanjutnya pada Jumat (27/7) kemarin, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua mulai melakukan pleno rekapitulasi penghitungan suara terhadap hasil Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai.

Komisioner KPU Papua,Tarwinto kepada Cenderawasih Pos menginformasikan, Pleno rekapitulasi suara yang berlangsung di Kantor KPU Paniai pada hari Jumat (27/7)kemarin diwarnai dengan aksi pengusiran yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon yang maju pada Pilkada Paniai kepada Komisioner KPU Papua dan juga Bawaslu Papua.

  “ Ya pengusiran itu dilakukan ketika dalam pleno rekapitulasi suara di Kantor KPU Paniai. Dimana Paslon Bupati Meki Nawipa tiba-tiba mengusir saya dan Ketua Bawaslu Papua dari dalam ruang pleno,”ungkap Tarwinto.

  Tarwinto mengaku tidak tahu persis alasan pihak Paslon Bupati Meki Nawipa melakukan pengusiran terhadap dirinya dan Ketua Bawaslu Papua pada pleno rekapitulasi suara di Paniai tersebut.

“Jadi Paslon ini langsung mengusir saya, dia tidak terima atas kehadiran saya dan Bawaslu disana, karena dianggap telah menganggu kenyamanan di Pilkada Paniai,”Tarwinto.

  Pada kesempatan ini pula Tarwinto membeberkan pula bahwa Paslon Bupati Meki Nawipa meminta pihaknya dan Bawaslu Papua untuk tidak boleh berbicara dan tidak boleh hadir dalam ruangan pleno.

  “ Paslon Bupati Meki Nawipa menganggap saya telah mengacaukan Paniai, termasuk Ketua Bawaslu Provinsi juga demikian, hingga dia meminta tidak boleh memberikan pendapatan apapun dalam ruang pleno tersebut. Semua hak bicara kita dilarang olah paslon,”tutur Tarwinto.

  Lanjut Tarwinto, hal dialaminya itu dianggap sedikit aneh, karena sebagai penyelenggara, justru dirnya dilarang untuk berbicara dalam pleno ini. Sehingga atas tindakan tersebut, dirinya menyayangkan sikap Paslon tersebut.

“Pleno memang lanjut, tetapikan tidak berjalan normal. Untuk sementara memang hasil perolehan suara masih unggul Paslon Meki Nawipa-Oktopinus Gobai. Hanya saja untuk secara keseluruhan belum direkapitulasi semuanya, karena sesuai jadwal hari ini (sabtu 18/7) baru ditutup terhadap pleno rekapitulasi suara Pilkada Bupati Paniai,”tutup Tarwinto tanpa merinci perolehan suara sementara.

  Sampai berita ini ditulis, tadi malam, belum ada konfirmasi dari pihak Paslon Meki Nawipa-Oktopianus Gobai atas insiden pengusiran tersebut. (ans).

2 thoughts on “Komisioner KPU Provinsi Mengaku Diusir

  1. Meki nawipa pernah lakukan seperti itu karna sesuai dengan aturan pkup tp tida ada dasar hukumnya, Bawaslu propinsi papua dan KPU propinsi papua selaku KPU paniai utk menangani pilkada paniai tp kenapa tarwinton dapat di usir oleh paslo Meli Nawipa , dlm hal.? menurut KPU Propinsi papua dan Bawaslu Propinsi papua.

  2. Pilkada itu adalah pesta demokrasi bagi siapa saja dan hak seseorang harus memberikan suara kepada hak suaranya. Dan dimanapun pilkada sebagai penyelengara dan wasit harus tahu dan mereka adalah penyelengra sehingga tidak bisa melarang mereka dari siapapun.. kalau bisa pihak kpu dan panwaslu mereka yang membatasi orang saat pleno bisa .karena rananya mereka. Dan kesempatan ini saya memyampaikan bahwa .bagipaun terjadi kpu dan panwas adalah ..penyelengara ..dari paslon tidak bisa kasih keluarkan meeka saat pleno. Ini aneh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *