Keluh Kesah Pedagang Pasar Youtefa yang Menantikan Lokasi Pasar yang Aman dan Nyaman

Anggota Satpol PP dibantu aparat kepolisian saat melakukan penertiban di Pasar Youtefa. Para pedagang berharap di tempat yang baru nanti, bisa mendapatkan lokasi pasar yang   lebih baik t untuk berjualan. (FOTO: Takim/Cepos)

Tidak Masalah Dipindah, yang Penting Pemerintah Jamin Kenyamanan Pedagang

Pemerintah Kota Jayapura, berencana merelokasi sejumlah pedagang di  Pasar Youtefa yang ada saat ini ke lokasi yang baru, yakni di jalan Otonom atau belakang kantor MRP. Masih ada waktu sekitar dua bulan lebih untuk persiapan kepindahan ini. Lantas seperti apa harapan para pedagang yang akan dipindahkan ini?

Laporan: Mustakim Ali_Jayapura

Selasa (24/7) pagi lalu, aparat Satpol PP Kota Jayapura di-bak up anggota Polres Jayapura melakukan penertiban terhadap sejumlah bangunan liar yang ada di kompolek pasar Youtefa.

Buntut dari penertiban tersebut, sejumlah pedagang terpaksa pindah lokasi berjualan di pinggiran jalan Vihara-Tanah Hitam.

   Dari penertiban ini, sebagian pedagang merasa senang, dengan kondisi pasar yang tertib. Namun sebagian juga merasa susah, karena di usir kesana kemari, untuk bisa berjaualan di pasar.

Akan tetapi rasa tidak nyaman mereka tentu tidak sebanding dengan semangat yang ada di dalam diri mereka untuk berjualan guna menafkahi keluarganya, walaupun dengan kondisi pasar yang begitu memprihatinkan.

   Begitu dengar informasi tersebut dimana akan diadakan penertiban Pasar Youtefa dengan tujuan untuk melakukan pendataan ulang,  hal ini tentu sangat mengembirakan. Apalagi, tak lama lagi pasar baru yang berlokasi di jalan otonom Kotaraja, segera difungsikan.

   Salah satu penjual sayur Pasar Youtefa, Nona mengaku sangat mendukung semua apa yang menjadi keputusan dari pemerintah atau pihak pasar,  selagi baik untuk para pedagang khususnya para pedagang Pasar Youtefa.

  “Apa yang dilakukan pemerintah tentu kami mendukung, asalkan tempat yang layak yang dijanjikan bisa diwujudkan untuk para pedagang ini,”ungkap Nona ke Cenderawasih Pos usai pindah jualan di mata jalan Tanah Hitam pada Rabu (24/7).

   Pihaknya berharap pengalihan pedagang tersebut jangan hanya untuk mengisi tempat yang kosong dalam hal ini pasar baru tersebut, akan tetapi yang paling penting   pemerintah atau pihak pengelola pasar harus bisa melengkapi semua yang menjadi kebutuhan sarana dan prasarana para pedagang. Tak kalah pentingnya,  semua masalah yang ada di Pasar Youtefa agar tidak terulang lagi di pasar baru yang akan rencananya bulan Oktober difungsikan tersebut.

   “Kami dipindahkan sebenarnya tidak masalah, asalkan pemerintah bisa pastikan tempat tersebut layak untuk kami tempati, biar tidak di usir sana-sini,”katanya.

   Sementara itu, Kepala Pasar Youtefa  Jefri Dawer. ST  mengungkapkan bahwa  rencananya 2 bulan ke depan, tepatnya pada awal Oktober, para pedaganga mama Papua dari  pasar pagi atau Arso dan Koya, pedagang ikan, daging akan dipindahkan ke pasar yang baru yang sudah disediakan di jalan otonom kotaraja.

    Menurut  Jefri Dawer, di pasar baru tersebut para pedagang akan dilakukan id card untuk identitas pedagang. Hal ini dilakukan untuk pendataan yang lebih teratur juga praktek penjualan stan atau tempat jualan para pedagang oleh oknum yang tidak bertangung jawab.

  “Jadi setiap para pedagang yang masuk harus mengunakan idcard, jadi tertib administrasi dan tidak sembarang lagi seperti yang dulu,”ungkap Jefri kepada Cenderawasih Pos di Pasar Youtefa pada Rabu (24/7).

   Nurul, salah satu pedagang  merespon rencana tersebut. Menurutnya,  para pedagang tentu menerima dengan baik akan tetapi harus dilengkapi terlebih dulu pasar baru yang akan mau ditempati. Supaya para pedagang tidak merasa kewalahan dengan lokasi tersebut.

   Selain itu,  para pedagang berharap sebelum dialihkan ke lokasi yang baru, Pemerintah harus memastikan   para pedagang yang tidak mempunyai tempat jualan di Pasar Youtefa dan yang akan direncanakan dipindahkan ke pasar baru untuk mendapatkan tempat yang layak sebelum dipindahkan ke tempat atau pasar baru tersebut.

  “Waktu dua bulan bukan waktu yang singkat, maka dari itu kami berharap untuk sediakan tempat yang layak sementara untuk semua para pedagang yang saat ini berjualan di mata jalan ini, kasihan kalo kelamaan jualan di jalan tersebut, nanti jualanya jadi tidak baik untuk dilihat, karena di jalan raya ini kalau siang hari debunya sangat tebal,”kata Nurul. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *