Kenalkan Hutan dengan Munculkan Ipin Upin

Gamel/Cepos
AYO TANAM: Puluhan murid SD Juara Al Hikmah Jayapura menunjukkan bibit untuk ditanam di halaman sekolah mereka diakhir sosialisasi lingkungan, Kamis, (26/7) kemarin di Tanah Hitam. Penting bagi anak usia dini untuk dikenalkan soal pentingnya menjaga lingkungan.

JAYAPURA-Upaya menularkan isu lingkungan kepada anak usia dini yang dilakukan komunitas lingkungan Lindungi Hutan chapter Jayapura di SD Juara Al Hikmah Jayapura, Kamis (26/7) berlangsung menarik.

Sebanyak 50 anak-anak diperkenalkan tentang apa itu hutan, apa fungsi hutan dan apa dampak jika hutan rusak. Hanya saja pendekatan yang dilakukan juga menyesuaikan dengan usia anak-anak sehingga yang dilakukan adalah memunculkan tokoh kartun asal negeri jiran Malaysia Ipin Upin.

Cara ini dianggap cukup manjur, sebab setelah melihat gambar slide show yang dipadukan dengan gambar kartun ipin upin ternyata anak-anak lebih paham dan langsung merespon. “Harus lebih banyak trik memang sebab kalau lurus-lurus bisa saja anak-anak malah ngobrol sendiri dan apa yang disampaikan tidak akan masuk,” kata Irwan Johan, salah satu pemateri dalam sosialisasi lingkungan di SD Juara Al Hikmah, kemarin.

Ia menyebut bahwa sejatinya antusias anak-anak untuk memahami isu lingkungan sangat baik, hanya perlu lebih sering dilakukan agar benar-benar tertanam.

“Saya melihat anak-anak lebih cocok diajak ngorbol dengan tidak melepas dunia mereka sehingga kami coba memainkan peran ipin upin dan berbagai foto, “jelasnya.

Dikatakan, hasilnya juga efektif dimana ketika gambar-gambar ipin upin dimunculkan semua nampak aktif. “Anak-anak mampu menjawab jika di dalam hutan ada monyet, bisa banjir dan longsor. Ini pemahaman yang sudah bagus, tinggal diingatkan hal lainnya,” katanya.

Sementara Koordinator Lindungi Hutan chapter Jayapura, Iznillah Puswita menyampaikan bahwa satu visi lahirnya kelompok Lindungi Hutan adalah  menyebarluaskan semangat hijau dan pemahaman soal konservasi.

“Bagi siapa saja, dan kami memulai dari anak-anak usia dini. Mereka antusias bahkan ketika disuruh untuk menanam pohon semua rebutan bibit. Kami senang pihak sekolah juga memberi waktu yang cukup buat kami menyampaikan pesan lingkungan,” katanya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *