Dermaga Abesauw Rusak Parah dan Banyak Orang Mabuk

Kondisi Dermaga Abesau di depan Pasar Yotefa yang terlihat rusak parah. Meski bukan dermaga utama namun tak sedikit yang menggunakan lokasi ini untuk beristirahat. Selain rusak, di lokasi ini juga banyak orang mabuk. Foto diambil Kamis (26/7) kemarin. (FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Pondasi dermaga beton yang dibangun pemerintah di Dermaga Abesauw Distrik Abepura ternyata tak menolong dermaga kayu yang dibuat lebih dulu. Meski sempat diperbaiki pada Maret 2017 lalu namun yang nampak kemarin sudah banyak yang rusak bahkan patah.

Jejeran papan ini banyak yang miring, lapuk dan goyang. Dermaga ini sejatinya masih bisa dimaksimalkan tak hanya sebagai tambatan perahu tetapi juga sarana edukasi bagi anak-anak sekolah. “Ada banyak pohon mangrove di dermaga ini, ada limbah juga, termasuk sendimentasi dan sampah. Ini bisa jadi bahan ajar untuk anak sekolah, melihat secara langsung kondisi hutan mangrove dan persoalannya,” kata Ketua Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) Fredy Wanda, Kamis (26/7) siang kemarin.

Ia membenarkan bahwa dari kondisi kayu yang lapuk membuat banyak papan dan balok yang patah sehingga jalan di tengah pepohonan mangrove juga terbilang rawan. “Padahal kalau mau diperbaiki mungkin disini bisa menjadi satu tempat istirahat atau nongkrong. Yang penting ditata baik,” sarannya.

Hanya saja selain kondisi dermaga kayu yang rusak parah, ternyata di lokasi ini juga tak sepenuhnya nyaman. Siang hingga malam terkadang banyak warga yang pesta miras. “Tadi kami dari sana dan ada empat kelompok yang pesta miras. Memang mereka tak ganggu tapi kami tak nyaman saja,” jelas Zulfikar.

Ia mengatakan sempat bertemu beberapa anak sekolah di lokasi dermaga. Hanya walaupun mengaku tak mau ambil pusing dengan orang yang pesta Miras namun tidak menutup kemungkinan ketika semakin besar nanti mereka akan ikut melakukan hal yang sama karena pengaruh lingkungan. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *