Rakor DPRP-MRP Hasilkan Dua Kesepakatan

Gratianus Silas/Cepos
Tan Wie Long

JAYAPURA-Berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Majelis Rakyat Papua (MRP) yang berlangsung dua hari berturut-turut membahas persoalan seleksi masuk IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), akhirnya mencapai suatu hasil yang disepakati keduanya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long yang ikut dalam rapat koordinasi dua lembaga tinggi pemerintahan di Provinsi Papua itu menyebutkan ada kedua kesepakatan yang diambil.

“Kesepakatan pertama ialah, kami menginginkan sekiranya hasil seleksi IPDN itu tidak dulu diumumkan ke publik. Artinya, pengumunan hasil seleksi IPDN ditunda,” ungkap Tan Wie Long kepada Cenderawasih Pos, Kamis (26/7) kemarin.

Hal ini diakibatkan masih terdapatnya persoalan terkait dengan kuota peserta seleksi Orang Asli Papua (OAP) yang diisi peserta non-OAP. Persoalan inilah yang perlu diselesaikan terlebih dahulu hingga beres.

“Artinya, yang kami ingin tekankan ialah, jangan non Papua ini yang mengisi tempat OAP. Kalau OAP ini gugur dalam seleksi, ya sudah semestinya digantikan dengan OAP juga. Jangan malah diganti dengan yang non OAP,” tegasnya.

Kesepakatan lainnya tidak lain adalah bagaimana pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten/kota bekerja sama untuk melakukan pembinaan yang baik terhadap anak-anak asli Papua yang hendak diikutsertakan dalam tes IPDN.

Artinya, jangan saling lempar tanggung jawab terkait dengan pembinaan yang dilakukan. Bukan apa, sebab, pada akhirnya, yang diinginkan tidak lain ialah hasil yang baik dicapai anak-anak asli Papua kala ikut ambil bagian dalam seleksi IPDN yang dilakukan. (gra/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *