Ngaku Tersinggung, Hingga Nekat Membunuh

Kapolsek Jayapura Utara, AKP R Roberth Awek saat memperlihatkan pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia atas nama Teno Wanma, Minggu (22/7).

JAYAPURA- Satreskrim Polsek Jayapura Utara yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Jayapura Utara Ipda Septianus Mabruaru, akhirnya  menangkap pelaku pembunuhan   Teno Wanma (25) yang ditemukan tewas di belakang Kantor Kelautan dan Perikanan Jalan Sulawesi Dok 7, Distrik Jayapura Utara, Minggu (22/7) lalu.

Pelaku dengan inisial RW (60) diamankan di rumahnya yang berada di Jalan Sungai Tami Dok VIII Atas, Kelurahan Imbi Distrik Jayapura Utara, Rabu (25/7) kemarin.

Kapolsek Jayapura Utara, AKP R Roberth Awek ketika dikonfirmasi mengungkapkan, pelaku saat diamankan sedang membuat talud rumah dan tak melakukan perlawanan.“Dia pasrah tanpa perlawanan, ketika 4 anggota kami mengamankannya saat itu,” ucap Roberth ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya.

Dikatakan, pelaku saat ini sudah berada di Tahanan Mapolsek Jayapura Utara guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengatakan pelaku penganiayan hingga menyebabkan korban meninggal dunia pelakunya berjumlah dua orang. Dimana 1 sudah diamankan dengan inisial RW sedang 1 pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Motif pembunuhan sendiri, kata Gustav yakni  masalah ketersinggungan. Dimana  laporan yang diterima pelaku bahwa perahunya dirusaki oleh korban. Tak terima dengan hal itu, pelaku pun mencari korban dengan mendatangi TKP.

“Di belakang Kantor Kelautan dan Perikanan Jalan Sulawesi Dok 7, Distrik Jayapura Utara terjadilah penganiayaan hingga menyebabkan korban  meninggal  dunia yang dilakukan oleh pelaku,” ucap Gustav yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Terkait satu pelaku lainnya, Gustav mengaku sudah mengantongi namanya dan informasi sementara pelaku sedang berada di luar Jayapura. “Saya harap keluarga pelaku untuk tidak menyembunyikan pelaku, melainkan menyerahkan pelaku kepada pihak yang berwajib,” ucap Gustav.

Dikatakan,  dua pelaku yang melakukan penganiayaan ada hubungan keluarga. Sementara pasal  yang disangkakan yakni Pasal  351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (fia/tri)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *