Kerahkan 168 Bus Angkut 18 Kloter ke Makkah

MADINAH – Hari ini para calon jamaah haji (CJH) dari 18 kloter akan diberangkatkan ke Makkah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengerahkan 168 bus untuk mengangkut para CJH secara bergelombang. Total ada 7.331 CJH yang bergerak menuju Makkah. Gelombang pertama akan diberangkatkan pukul 06.00 waktu setempat.

Konsultan Pembimbing Ibadah Haji PPIH Arab Saudi Ahmad Kartono menyatakan, seluruh CJH harus mengenakan pakaian ihram sebelum naik bus. ’’Niat ihramnya nanti di Bir Ali atau yang juga disebut Dzul Hulaifah,’’ katanya.

Secara keseluruhan, ada 1.400 bus yang dikerahkan untuk mengangkut para CJH dari Madinah ke Makkah. Sebagian bus tampak masih gres. Fasilitas di dalam bus tergolong lengkap. Semua bus dilengkapi peranti global positioning system (GPS) yang bisa dikontrol operator pusat. Bus buatan Tiongkok itu juga memiliki soket listrik di tiap kursi untuk mengisi ulang ponsel. Ada juga lampu baca di atas kursi penumpang.

Bus juga dilengkapi televisi, AC, bagasi bawah, toilet, kulkas, air minum, pengeras suara, alat pemadam kebakaran, kotak P3K, serta alat pemecah kaca. Ada juga dua CCTV di depan dan belakang kabin bus.

Menurut Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid, bus yang digunakan tahun ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. ’’Sebagian bus adalah model terbaru yang sebenarnya baru akan diperkenalkan ke publik pada 2019, tapi sudah siap digunakan untuk jamaah Indonesia tahun ini,’’ paparnya.

Karena itu, Subhan menjamin keamanan dan kesiapan bus-bus tersebut. Dia melanjutkan, lima jam sebelum keberangkatan, para sopir bus yang semuanya adalah warga Arab Saudi harus mengikuti tes narkoba.

Setelah dinyatakan sehat dan bebas narkoba, para driver diizinkan untuk mengantar rombongan CJH. ’’Pemeriksaan dilakukan tim dari Arab Saudi. Kalau terbukti ada sopir yang pakai narkoba, akan kami kembalikan ke mereka,’’ ujar Subhan.

Sementara itu, dua CJH kemarin meninggal di Madinah. Berdasar certificate of death (COD) yang dikeluarkan rumah sakit Arab Saudi, dua CJH itu adalah Sanusi bin Musthofa, 73, warga Wringinsari, Jember, Jawa Timur, dan Katio Simanjutak, 59, warga Medan, Sumatera Utara.

Dengan demikian, hingga kemarin sudah tujuh CJH yang wafat di Tanah Suci. Konsultan Pembimbing Ibadah Haji PPIH Arab Saudi Ahmad Kartono mengatakan, semua CJH yang meninggal sebelum wukuf di Arafah akan dibadalhajikan. ’’Nanti didata dulu identitasnya, lalu PPIH Arab Saudi akan menunjuk beberapa orang, biasanya dari temus (tenaga musiman), untuk membadalhajikan jamaah yang wafat itu,’’ terangnya. Satu temus akan mengerjakan haji untuk satu CJH yang wafat. ’’Jadi, tidak boleh ndobel. Temusnya juga harus sudah pernah berhaji,’’ ujarnya. Setelah selesai, PPIH akan menerbitkan sertifikat badal haji dan diserahkan kepada ahli waris. (oni/c19/ttg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *