Gandeng BWS, Komunitas Jayapura Rayakan Hari Mangrove

JAYAPURA – Hari Mangrove sedunia yang jatuh setiap 26 Juli (hari ini) akan semarak, setelah Forum Komunitas Jayapura (FKJ) mengagendakan akan melakukan penanaman mangrove di lokasi Pantai Mendug, Teluk Yotefa pada Sabtu (28/67). Dimana, tiga kampung di Kota Jayapura yakni Tobati, Engros dan Nafri sebagian besar masyarakatnya masih menggantungkan hidup dari potensi perairan laut salah satunya hutan mangrove.

   Hanya untuk agenda hari mangrove ini, FKJ tidak sendiri melainkan menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua untuk ikut terlibat. “Awalnya kami ingin membersihkan Kali Sborhonyi untuk memperingati Hari Sungai, namun kondisi Kali Sborhonyi ternyata tidak terlalu banyak sampah. Akhirnya muncul dua isu lainnya yakni mangrove dan sampah sehingga kami coba melakukan aksi ini di Pantai Mendug,” kata koordinator kegiatan, Fredy Wanda.

  Pria yang juga sebagai Ketua Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) ini menyebut bahwa di Mendug ada lokasi hutan primer mangrove seluas 800 meter atau hampir 1 hektar yang rusak karena kesalahan dalam perencanaan saat akan melakukan pembangunan jalan Hamadi Holtekamp.

  Perencanaan tersebut dilakukan oleh Dinas PU Provinsi dan BBPJN XVIII Papua. Hanya sayangnya meski ada kesalahan perencanaan ternyata lokasi ini tak kembali direhabilitasi. “Selain dibiarkan rusak, disini juga banyak sekali sampah sehingga kami pikir dalam sekali aksi bisa dua target diselesaikan. Penanaman mangrove dan sampah. Kami juga memberi apresiasi karena BWS mau ikut terlibat dan selama ini mereka juga sering terlibat jika bicara Teluk Yotefa,” kata Fredy. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *