Ditertibkan di Pasar, Pindah di Pinggir Jalan Raya 

Priyadi/Cepos
BIKIN MACET_ Para pedagang yang ditertibkan, kini justru pindah berjualan di depan Pasar Youtefa Abepura dan dekat jalan raya vihara-tanah hitam, bisa  menimbulkan kemacetan lagi. Rabu (25/7) kemarin.

JAYAPURA-Pasca  penertiban pedagang di Pasar Youtefa Abepura, oleh Pemkot Jayapura dan Aparat Kepolisian,   Selasa(24/7) lalu. Kini justru menimbulkan  permasalahan  baru, dimana para pedagang ini memilih berjualan di pinggir jalan baru Vihara-Tanah Hitam, dan jalan masuk ke pasar Youtefa.  Akibat aktifitas pedagang ini,   berdampak pada arus lalu lintas.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, Rabu (25/7)kemarin, memang aktivitas jual beli, yang dilakukan di samping jalan sangat menggangu masyarakat atau pengendara yang mau lewat di jalan itu. Dimana, banyak pembeli memarkirkan kendaraannya di atas jalan raya, hal ini yang menimbulkan kemacetan dan bisa mengakibatkan Lakalantas.

Selain itu, ada juga pedagang yang membuat lagi los jualan, dengan memasang kayu dan papan, menuju jalan masuk pasar.  Untuk pedagang yang berjualan, terlihat ada pedagang bumbu dapur, sayuran, umbi-umbian, pinang dan lainnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru,MM., mengatakan, Pemkot dan aparat melakukan penertiban pedagang di  Pasar Youtefa, bertujuan supaya pasar terlihat rapi, indah dan teratur, jangan sampai terlihat kumuh, pedagang  harus tetap menaati aturan.

‘’Kalau saat ini pedagang menjual dagangan di luar pasar, berada dekat jalan raya, memang sifatnya masih sementara. Namun kedepannya tidak. Oleh karena itu, kita sudah lakukan pengaturan pasar, jangan sampai ada pedagang yang banyak membuat los dagangan tanpa melihat kondisi pasar. Dan nanti pedagang pasti tahu akan kita atur lagi, jangan lagi jualan di dekat jalan raya,’’jelasnya.

Saat ini, lanjut Rustan Saru, Pemkot terus melakukan persiapan untuk pemanfaatan pasar Youtefa baru, di belakang Perumahan MRP Kotaraja, yang rencananya dioperasikan Oktober 2018. Kinir pasar ini ini sedang  dilengkapi Sarpras seperti jembatan, pembuatan jalan yang bagus dan lainnya. Pasar ini nantinya akan difungsikan terlebih dahulu untuk pedagang sayur, daging dan ikan segar, baik yang dari pedagang Koya maupun Arso dan mama-mama Papua, dengan dipindahkan ke pasar baru itu.

Dengan demikian, diharapkan pedagang dan masyarakat bisa nyaman, senang dan puas adanya pemindahan pasar baru ini. Tidak banjir, tidak menimbulkan kemacetan dan tempatnya strategis.(dil/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *